RSS

Sesuatu yang kutakutkan ketika melamar pekerjaan: Wawancara

Bisa dibilang aku phobia interview / wawancara. Semacam ada yang mengusik pikiran aja kalo aku harus diwawancarai. Apapun kepentingannya.

Dari dulu, aku benci diwawancara. Kenapa? Karena wawancara itu selalu mengungkit-ungkit masa lalu yang tak ingin kuingat. Itu memancingku buat meneteskan air mata dan mendadak melow. Padahal seharusnya aku lebih bahagia agar orang-orang yang mewawancaraiku lebih mengenalku sebagai orang yang ceria. Tapi semua hancur gara-gara ingatan masa lalu.

Wawancara / interview yang dulu-dulu itu kebanyakan menanyakan, "Apa motivasimu untuk mengikuti ini?"

Selalu dan pasti ada yang semacam itu, apapun jenis wawancaranya. Pertanyaan itu sangat sensitif bagiku. Karena keinginan mengikuti suatu kegiatan dengan senang hati (bahkan kerjaan), tidak selalu lebih kuat dibanding keinginanku untuk mengalihkan semua kegalauan yang sering muncul di pikiran.

Jadi, aku nggak pernah bisa menjawab sesuai dengan keinginan pewawancara. Mungkin aku bisa berbohong demi kelancaran wawancara, tapi pasti selalu dibarengi tetesan air mata. Kenapa? Karena aku takut bohong.

Dan..... sekarang aku mengalami phobia wawancara. Apapun jenis wawancaranya. Sebagai narasumber atau kepentingan interview kerja, aku selalu merasa takut. Takut kenapa? Entahlah. Aku hanya tidak ingin kejadian yang sama terjadi. Apalagi kalau pertanyaannya mengenai prinsip. Susah rasanya berbohong hanya demi kepentingan materi atau apalah namanya.

Jadi, mungkin aku milih-milih kerjaan karena aku nggak mau diwawancara.
Tapi demi kerjaan, itu harus dihadapi. Nggak boleh terlalu idealis. Tapi... Huh!
Kenapa harus ada wawancara sih? *menangis*

0 komentar:

Posting Komentar