RSS

Aduh Boo Capek Dehh



“Raaaaaaaan, banguuun!!!!”
Teriakan ibu membuatku tergelak dari tidurku yang sangat nyenyak. Secara otomatis aku memandang jam weker yang berdiri tepat di atas meja belajarku.
“Haaaah!!!! Jam setengah tujuh??? Mati aku!!!!”
Aku langsung lari menuju kamar mandi. Sesampai di kamar mandi, tiba-tiba..
“Ya Ampun!! Handukku...!!”
Aku kembali dengan tergesa-gesa ke kamar untuk mencari handuk. Kutelusuri kamarku dengan pandanganku yang tajam. Sudah kujelajahi seluruh sela-sela kamarku tapi...
“Alamak... kok..??? Handukku ilang???”
Aku mencari ibuku dan menanyakan ke mana handukku menghilang.
“Aduuuh... Ran, kemarin handuknya kamu cuci kan?? Ambil di lemari lagi sana!!”
Aku bergegas mengambil handuk yang ada di lemari di kamar ibuku. Sambil mengambil handuk, aku melihat jam dinding yang tergantung di tembok.
“Aaaaargh.... tiga puluh menit lagi!!!!”
Aku langsung lari ke kamar mandi. Saking tergesa-gesanya, aku sampai menabrak kakakku yang sedang membawa segelas kopi.
“Heyyy... Ran.. hati-hati!!” kata kakakku sambil mencegah agar kopinya tidak tumpah. Walau begitu, aku tetap acuh tak acuh dan lari menuju kamar mandi tanpa minta maaf.
Sesampai di kamar mandi, lepas baju.. mandi.. byar byur.. pakai sabun dan bilas. Aku berusaha mandi secepat mungkin. Akhirnya selesai tanpa sikat gigi. Aku keluar kamar mandi dengan kaos yang terbalik. Cuek aja!! Aku langsung lari menuju kamarku dan mencari seragam putih abu-abuku. Tapi apa yang terjadi??
“Ooh my God!! Belum disetrika..!!!”
Aku langsung bergegas ke ruang belakang dan langsung menyetrika seragamku. Selesai akhirnya. Walaupun masih terlihat seperti belum disetrika, aku tetap memakainya. Lagipula orang lain tak akan komentar.
Aku kembali ke kamar. Dalam perjalanan, aku melihat jam dinding yang ada di ruang tengah. Jreng... jreng... Jam tujuh tepat.
“Mati aku!!! Seperempat jam lagi masuk!!!”
Tanpa pikir panjang aku langsung menyambar tas punggungku yang entah apa isinya. Aku belum melihatnya. Pokoknya yang penting aku tidak terlambat berturut-turut untuk yang ketiga kalinya. Aku harus cepat.
Dengan rambut acak-acakan, aku langsung ke garasi untuk mengambil motor. Di sana aku bertemu dengan kakakku yang kutabrak tadi sedang mengelap motornya. Melihatku memegang motornya, kakakku langsung mencegahku.
“Eits... mau apa kau??? Enak aja mau ngambil motor seenaknya.. Ini motor siapa.. heeh??” kakak mulai mengintrogasiku.
Malas melanjutkan perdebatan sia-sia tak jelas, akhirnya aku merengek.
“Ayoolah kaaak... Aku udah mau telat niiih!!!”
“Tapi belum telat kan??? Salah siapa bangun siang!! Sekarang bilang yang baik sama yang punya motor!!”
“Aaaaah... kakak niih... Pokoknya aku mau naik motor!!” Aku berusaha menyerobot untuk mengambil motor. Tapi kakak itu keras kepala sekali.
“Eiiits... Nggak boleh!!! Bilang dulu yang baik sama kakak!!” kakak masih berusaha mencegahku.
“Iya deeeh.. Kak... Pinjem motornya ya... Kak Roku ganteng deeh!!!” ucapku akhirnya.
“Naaah gituuu dong!!” Sepertinya kakak merasa pujianku itu benar.
“Dari tadi kek!! Dasar cowok nggak normal...!” ucapku lirih.
“Bilang apa tadi??”
“Nggak kok kak!! Hehe..” Kupingnya tu setajam apa sih??
Menyebalkan. Gara-gara negosiasi tak penting tadi, waktuku terkuras. Jam berapa ya sekarang??? Kulirik jam dinding yang ada di garasi.
“Haaaah... lima menit lagi?? Harus cepat!! Harus cepat!!!”
Kupakai helm, kunyalakan motor, dan kebut sekencang-kencangnya. Selama perjalanan, aku beberapa kali hampir menabrak sesuatu. Untung saja aku punya keahlian dalam menghindar. Coba kalau tidak, nenek-nenek yang sedang menyeberang di depan pos polisi tadi bisa mati ketabrak. Selain itu aku bisa ditangkap polisi yang jadi saksi mata.
Di perjalanan, banyak lampu merah yang menghalangiku. Menyebalkan. Di traffic light yang ketiga, aku melirik jam tangan bapak-bapak yang ada di sampingku.
“Haaah?? Pasti bel masuk sekarang sedang berbunyi,” batinku dengan penuh kegalauan.
Aku sudah pasrah, pasti aku akan dihukum lari lagi. Mungkin juga ditambah membersihkan toilet.

Sesampai di gerbang sekolah, aku melihat pintu gerbang tertutup. Aku pikir, pasti sudah telat. Jam berapa ya sekarang. Aku lupa tidak bawa jam tangan maupun handphone. Kemudian aku turun dari motor dan mendekati gerbang. Sepi sekali.
Tapi ada yang aneh, deh! Aku sudah berkali-kali terlambat, tapi tidak pernah kulihat kejanggalan ini. Kulihat ke dalam pos jaga di dalam gerbang yang hanya berjarak satu meter dari tempatku berdiri. Kenapa satpamnya tak ada??
Kucari-cari satpam seluas pandanganku. Mungkin saja satpamnya sedang tidak di pos jaganya. Aku masih mencari-cari. Siapa tahu ada seseorang di dalam sana untuk membantuku masuk. Setelah aku lelah mencari, aku bersandar di tiang gerbang sebelah kanan. Setelah sekitar tiga menit aku bersandar dan membiarkan orang lewat melihatku tanpa membayar, aku berniat untuk pulang. Kemudian aku berbalik badan dan melihat sesuatu yang terjatuh di bawahku. Kertas yang sudah lusuh. Aku penasaran. Mungkin itu surat cinta yang dibuang oleh pemiliknya. Aku curi-curi membacanya. Setelah kubaca, aku tercengang mati rasa.
“Aduh booo.... capeeee deeeeh!!!!”

...
Diberitahukan bahwa pada tanggal 5 Februari 2009, kegiatan belajar mengajar ditiadakan karena adanya Rapat Guru dan Karyawan SMA N 70 Yogyakarta. Diharapkan para siswa untuk belajar di rumah.
...

0 komentar:

Posting Komentar