RSS

dia tak perlu buku harian

dia lahir di dunia ini penuh dengan perjuangan.
ketika waktu mulai bergeming di telinganya, merayunya untuk mengikuti.
terlahir dengan suci, tumbuh dengan pengorbanan, dewasa dengan penuh kenangan.
dia tak pernah meninggalkan sedikit pun suka duka yang dia hadapi dan perangi.
sampai saat ketika dia merasa bodoh karena sikapnya sendiri.
menjalani hidup yang berliku, penuh emosi dan ego.
membuntuti semua hal yang pernah dia anggap itu tak akan pernah ia lakukan.
"itu tak patut kulakukan!" gertaknya pada jiwa sucinya.
merasa paling benar, itulah kesalahan terbesar yang dia punya.
sombong adalah sifat yang paling dominan dengannya.

maka ketika akhirnya dia punya seorang, dua orang, bahkan ribuan teman dari penjuru dunia, dia sadar kalau dia tidaklah sendirian.
menangis dalam hati yang ragu.
perasaan yang terpontang-panting oleh angin kehidupan.
tapi dia tak menyadari artinya teman.
yang dia rasakan hanya kesepian di tengah keramaian tawa dan canda.
tak ada orang yang tahu.

ketika ia benar-benar butuh lembaran kertas untuk mengungkapkan ini semua.
datang seorang pangeran yang dia tunggu-tunggu setelah hampir 18 tahun hidup di dunia.
pangeran hati yang tak pernah tampak, walaupun dia benar-benar merasakan keberadaan sang pangeran.
rasa yang jauh, tapi benar-benar nyata.
itu mungkin yang dia inginkan.

kini, dia tak perlu buku harian.

0 komentar:

Posting Komentar