RSS

kini

kini
menebas waktu
menantang matahari
menyerbu akal
membodohi kejujuran
menyalahgunakan keanggunan
hidup mati demi hal fana
menatap masa kelam
maju ke belakang
lalu mundur ke depan
hampa hati tanpa darah mengalir di nadi dengan jantung tanpa degup,,
apakah kita akan terus sombong di depan yg MAHA KUASA??

Kapalku mulai terombang ambing

My life is like a boat..

Kini kapalku mulai diserang ombak dan badai secara bertubi tubi..
Masalah demi masalah datang menghajar..
Mereka menantangku ternyata..
Aku bisa menghadapimu hai ombak busuk!
Tapi nahkoda mengatakan bahwa aku harus balik haluan..
"Jangan hadapi ombak kotor itu! Kau akan kena bau busuknya!"

Di antara dua pilihan kini..
Antara hadapi ombak penuh lumpur itu dan aku akan disanjung..
Atau kembalilah ke daratan dan aku akan selamat..

Ataukah ada pilihan lain di kapal ini?
Diam ditempat dan biarkan ombak itu menghantamku dan mungkin aku akan sedikit terluka..

Ataukah menunggu ada kapal yang lebih kokoh di luar sana?

Apa-apaan ini!
Bilik-bilik kapal sudah penuh dengan lumut coretan hatiku..
Aku tak kuat lagi..

Tapi bukan seorang pejuang hidup kalau begini saja menyerah!
Katakan walau kau tak siap!
Walau ini berat!
Walau ini dapat menyakiti mereka atau bahkan membuat mereka bangga..

Neeya orang yang kuat kan?
Maka, putuskan sekarang!
Cepat sebelum terlambat!

T.T tapi kenapa aku gak bisa...

something wrong

Mungkin salah paham ini bermula dari sebuah ketertutupanku akan sgala problema ku..
Mereka pikir, aku hanya orang yang tak tahu menahu akan dunianya..
Ironisnya ketidaktahuan ku ini yang mengantarkanku pada kalian..

Ketertutupanku yang kurangkai dengan apik telah membuat orang berpikir bahwa inilah aku yang terlalu terbuka..

Maafkan aku jika aku telah membuat kalian, bahkan kau, menjadi tak karuan..
Kesalahpahaman ini mungkin memang timbul dari sifat tertutup ini..
Aku hanya ingin kalian, bahkan kau, tak mengetahuinya dan mempermasalahkan..

Aku hanya ingin agar kau tak tahu apa yang sebenarnya terjadi..
Hanya itu..

Restu Dinda Kurnia

perkenalkan, nama saya RESTU DINDA KURNIA..

iseng-iseng saya mainan google translate, dan ternyata namaku bisa ditranslate..

dalam bahasa indonesia sendiri, namaku itu udah penuh arti.. (hwahahahaha)

"adik perempuan yang direstui atas karuniaNya"

weleh weleh narsis banget yoo..

sekarang, perhatikan terjemahan namaku itu dalam berbagai bahasa:

afrikaans : suster seën gawe

albania : motra dhuratë bekim

arab : الأخت نعمة هدية

armenia : քույր օրհնություն նվեր (baca : k’uyr orhnut’yun nver)

azerbaijan : bacı xeyir hədiyyə

basque : arreba bedeinkazioa oparia

belanda : zus zegen cadeau

bulgar : сестра благословия подарък (baca : sestra blagosloviya podarŭk)

byelorusia : Сястра падарунак дабраславеньне (baca : Siastra padarunak dabraslavieńnie)

cek : sestra požehnání dárek

dansk : søster velsignelse gave

esti : õde õnnistus kingitus

farsi : هدیه برکت خواهر

galisia : don bendición irmá

georgia : დის კურთხევით საჩუქარი (baca : dis kurt’khevit’ sach’uk’ari)

hindi : बहन आशीर्वाद उपहार (baca : Bahana āśīrvāda upahāra)

ibrani : ברכה אחותו מתנה

inggris : sister blessing gift

irlandia : beannacht bronntanas deirfiúr

islan : blessun systir gjöf

italia : benedizione regalo sorella

jepang : 祝福の妹の贈り物 (baca : Shukufuku no imōto no okurimono)

jerman : Segen Schwester Geschenk

katalana : benedicció del senyor germana

korea : 축복 자매 선물 (baca : chugbog jamae seonmul)

kreol haiti : benediksyon kado sè

kroat : blagoslov sestra dar

latin : Benedictio sororem dono

latvi : svētība māsa dāvanu

lituavi : palaima sesuo dovana

magyar : áldás nővére ajándék

makedonia : благослов сестра подарок (baca : blagoslov sestra podarok)

malta : barka rigal sister

mandarin sederhana : 祝福姐姐的礼物 (baca : Zhùfú jiejie de lǐwù)

mandarin tradisional : 祝福姐姐的禮物 (baca : Zhùfú jiejie de lǐwù)

melayu : restu dinda kurnia

norsk : velsignelse søster gave

pilipino : pagpapala kapatid na babae regalo

polski : błogosławieństwo dar siostry

portugis : bênção presente da irmã

prancis : bénédiction cadeau sœur

rumania : binecuvântare cadou sora

rusia : благословение сестра подарок (baca : blagoslovenie sestra podarok)

serb : благослов сестра поклон (baca : blagoslov sestra poklon)

sloven : blagoslov sestra darilo

slowakia : požehnanie sestra darček

spanyol : bendición de don hermana

suomi : siunaus sisko lahja

swahili : baraka dada zawadi

swensk : välsignelse syster gåva

thai : ของขวัญให้ศีลให้พรน้องสาว

turki : nimet kardeş hediye

ukraina : благословення сестра подарунок (baca : blahoslovennya sestra podarunok)

urdu : نعمت بہن تحفہ

vietnam : chúc chị em món quà

wales : bendith rhodd chwaer

yiddi : רכה שוועסטער טאַלאַנט

yunani : ευλογία δώρο αδελφή (baca : ev̱logía dó̱ro adelfí̱)

hufff.. capek :D

NB : ini bukan karena kurang kerjaan, hanya saja rehat sejenak dari banyaknya kerjaan..

salahkah aku??

pertanyaan yang hampir mendekati pernyataan itu mungkin membuatmu berpikir bahwa aku akan membahas tentang cinta..
tapi, aku tak akan sedikit pun membahas hal tentang cinta..
hanya hal tentang kehidupan..
hidup ini memang indah, dan akan ku untai dengan sebaik-baiknya..

namun, salahkah aku jika aku seperti ini?
aku hanya ingin membuat diriku ini baik dunia akhirat..
di dunia ini, mereka hanya membuatku semakin tak mengerti..
membuatku berpikir dua kali bahkan lebih..

memang benar aku jauh dari sempurna,
tapi ya apa salah jika aku tetap seperti ini..
menjadi diri sendiri memang tak kan selalu baik jika itu mengurangi kebaikan dari diri yang sebenarnya..
banyak orang bangga dengan dirinya yang seperti "itu"..
dan tak pernah mau peduli dengan apa yang akan terjadi pada mereka di alam abadi nanti..
sering kudengar anggapan sepele mereka tentang itu..

salahkah aku jika kubiarkan mereka?
dan salahkah aku jika aku tetap seperti ini?

tak menatap mata mereka,
menundukkan pandangan..
sehingga mereka pikir aku ini tak sopan, aku ini aneh..
dengan pakaian ala penjelajah seperti ini,
dan teman-temanku yang dari berbagai kalangan..
aku tetap bertahan dengan balutan kain di kepalaku..


tapi salahkah aku jika aku seperti ini?
aku hanya ingin menjaga diriku dari mereka yang tak bertanggung jawab..

dan sekali lagi,
salahkah aku?

nobody knows who I really am..

Alya Lola

Ketika persahabatan tak memandang perbedaan... :)

liburan yang HANYA 3 minggu ini..

Kuhabiskan dengan 'mbolang' bersama teman-temanku...

Hwahahahaha.... XD


Dan kini.. stok liburan sudah hampir habis..

Mulai kembali memikirkan makul apa yang akan kuambil.. >_< Sekaligus memikirkan strategi agar bisa mendapatkan hasil lebih baik di semester berikutnya...
G A N B A T T E ! !

Hadi atau Hadi


Sore ini ada rapat di kelurahan. Sebagai ketua RT, aku harus datang walaupun di hati terdalamku, aku nggak mau datang di rapat itu. Paling ya nggak ada info apa-apa.

Persiapan sudah beres. Mandi, berkostum, dan motor pun dah siap di depan rumah. "Maa.. pergi dulu yaa.."

Aku, bapak dua anak yang bekerja sebagai guru di suatu sekolah kejuruan di Jogja. Untuk periode ini, aku mendobel kerja sebagai ketua RT. Entah kenapa, kok aku yang dipilih oleh warga.

Pukul 16.10. Sudah kuduga, pasti belum pada datang. Ini udah lewat 10 menit dari waktu yang ditentukan, masa iya baru lima orang yang datang. Tau gini, aku kan datang telat aja.

Akhirnya, 30 menit kemudian muncul wajah-wajah terlambat itu. Rapat kali ini membahas tentang acara peringatan tujuhbelasan. Seperti tahun-tahun sebelumnya, setiap menjelang tujuhbelasan selalu diadakan kerja bakti di sekitar kampung. Selain itu, di pinggir jalan gang selalu dipasang bendera atau biasa disebut 'umbul-umbul'.

"Untuk RT 20, Pak Dodi, nanti dikoordinasikan lagi ya kerja baktinya," perintah ketua RW padaku.

"Baik, Pak. Lalu, untuk umbul-umbulnya bagaimana Pak?"

"Itu ada di tempat saya Pak," kata Pak Hadi.

"Kalau begitu, nanti minggu depan saya ambil saja ya Pak."

Begitu seterusnya dan akhirnya rapat diakhiri menjelang maghrib. Aku pulang ke rumah dengan motor bebekku. Sesampai di rumah, aku disambut oleh kucing kesayangan anak-anakku. Kuabaikan kucing itu, aku langsung menuju dapur untuk mencari makanan.

Setelah sholat, aku makan makanan yang kudapati tadi saat di dapur. Belum selesai makan, aku teringat sesuatu mengenai umbul-umbul yang dibicarakan saat rapat tadi. Aku ingat bahwa separuh dari keseluruhan umbul-umbul yang dimiliki RT 20 sudah ada di belakang rumahku. Kemudian, aku bergegas mendekati telepon rumah di ruang keluarga. Aku akan menanyakan jumlah umbul-umbul yang tersisa kepada Pak Hadi.

Kutekan tombol-tombol telepon sambil memikirkan apa yang akan kuucapkan nanti setelah telepon tersambung.

"Halo?" ucap suara ibu-ibu di ujung kabel telepon sana.
"Selamat malam, Bu. Bisa bicara dengan Pak Hadi?"
"Pak Hadi??" suara ibu-ibu itu semakin lirih.
"Iya, Bu. Ini dengan Bu Hadi ya?"
"Ya. Tapi kalau ingin bicara dengan Pak Hadi, ini mustahil."
"Lho, kenapa Bu? Pak Hadi sedang pergi ya?"
"Pak Hadi sudah meninggal 5 tahun yang lalu."
"Heee????"

Lalu, yang aku temui tadi saat rapat siapa dong? Sebelum aku berpikir yang gaib-gaib, untung saja akal sehatku masih jalan.

"Bu, ini Pak Hadi Wirobrajan bukan?" tanyaku.
"Iya, ini Hadi Wirosaban."
"Wirosaban?? Berarti bukan Wirobrajan dong??"
"Iya ini Wirosaban."
"Berarti saya salah sambung ya?"
"Enggak enggak, ini benar Wirosaban, anda tidak salah sambung Pak."
"Wirosaban atau Wirobrajan sih??"
"Bapak ini budek atau budek sih. Saya tadi bilang Wirosaban ya Wirosaban."

Sepertinya ibu ini ada kesalahan di pendengarannya. Daripada aku naik pitam, mending aku sudahi aja telepon ini. "Makasih Bu, saya salah sambung."

Belum sampai satu menit aku menutup telepon, bel pintu berbunyi.

Ting tong..

"Yaa?? Siapa yaa??" tanyaku sembari membukakan pintu.
"Saya, Pak. Ternyata umbul-umbul di rumah saya tinggal separo. Lho Pak. Kok mukanya pucat gitu?"
"Haha.. Nggak apa-apa."

Goo Goo Doll - Iris

And I'd give up forever to touch you
Cause I know that you feel me somehow
You're the closest to heaven that I'll ever be
And I don't want to go home right now

And all I can taste is this moment
And all I can breathe is your life
Cause sooner or later it's over
I just don't want to miss you tonight

And I don't want the world to see me
Cause I don't think that they'd understand
When everything's made to be broken
I just want you to know who I am

And you can't fight the tears that ain't coming
Or the moment of truth in your lies
When everything seems like the movies
Yeah you bleed just to know your alive

And I don't want the world to see me
Cause I don't think that they'd understand
When everything's made to be broken
I just want you to know who I am

I don't want the world to see me
Cause I don't think that they'd understand
When everything's made to be broken
I just want you to know who I am

I just want you to know who I am
I just want you to know who I am
I just want you to know who I am
I just want you to know who I am

MEMORI...

pingin aja ngupload foto2 lapuk ini.. hahaha...
*atas dasar permintaan Fika jg nih..


hahaha.. baju kembaran..
dan PERHATIKAN..!
dari alas kakinya, sangat amat keliatan siapa yang cewek jadi2an :D
wakakakakak...

Gembus'e Mbaakk...

do u know gembus??
Akhir-akhir ini telingaku sering banget diperdengarkan kata 'gembus'.
Padahal tempe gembus tu berasal dari ampas kedelai yang nggak ada gizinya, tp kok bapakku doyan bgt ya..

Di kampung tu ada penjual jajanan pasar keliling. Pake sepeda gitu. Nah, dulu pas rumahku lagi di reparasi, ibuku sering beli jajanan ke mbaknya itu. Jajanan itu buat suguhan ke tukang-tukang gitu lah. Trus bapakku juga suka nimbrung kalo ibu lagi beli jajanan di mbaknya itu. Bapak selalu minta 'gembus'. Pas aku tanya, kenapa suka banget sama gembus, ternyata kata bapak tuh, "Uenaak jee.."

Teruuss pas rumah dah gak direparasi, dah nggak ada tukangnya gitu, mbaknya tu tetep sering mampir ke rumah. "Gembus'e mbaaaakk..."
Aku sih denger mbaknya teriak-teriak, tapi kan emang gak mau beli, jadi ya aku diemin. Eee.. dianya malah ketok-ketok pintu segala. Seumur-umur, baru kali ini ada penjual jajanan keliling maksa banget. "Tok tok tok.. Gembus'e mbaaaakkk.."

Tiap pagi tuhh gitu terus..

=_= *curhat bgt.

terima kasih



SURVEY MEMBUKTIKAN...

pengunjung "neeyachan's life is like a boat" paling banyak menuju ke "Elang ituuu" dan "Tottemo Daisuki DORAEMON"

trimakasih atas kunjungannya...
Arigatou gozaimasu...

Alya dan Lola : Tentang Rambut - Keriting [take 4]


hari minggu di pagi hari di pertigaan gang.

ALYA : hoi lola, gimana tadi malem?? jadi maen sama bagas?
LOLA : ah, nggak jadi.
ALYA : sekarang kamu mau ke mana?
LOLA : mau ke rumahmu.. tapi berhubung ketemu di sini, ayo anterin aku ke salon.
ALYA : ngapain lagi?
LOLA : ngeriting rambut.
ALYA : haa??? bukannya baru dua minggu yang lalu ya rambutmu di bonding??
LOLA : sekarang lagi model dikeriting, al..
ALYA : model? berarti rambutku lagi model donk.. hehe.
LOLA : kalo kamu itu mah keriting jadul.. lagian kamu kan pake jilbab. jadi nggak keliatan.
ALYA : hahahaha..
LOLA : ayo al, anterin. besok senin aku mau ke kampus dengan rambut baru.
ALYA : males ahh.. aku mau pulang. capek.
LOLA : emang kamu dari mana?
ALYA : dari warung situ.
LOLA : alaaaaahhh... cuma deket. ayo laaahh..
ALYA : sana pergi sendiri.. males nemenin cah boros.
LOLA : wuuu... nggak pa-pa yang penting modis.

take 4 -end-

Aduh Boo Capek Dehh



“Raaaaaaaan, banguuun!!!!”
Teriakan ibu membuatku tergelak dari tidurku yang sangat nyenyak. Secara otomatis aku memandang jam weker yang berdiri tepat di atas meja belajarku.
“Haaaah!!!! Jam setengah tujuh??? Mati aku!!!!”
Aku langsung lari menuju kamar mandi. Sesampai di kamar mandi, tiba-tiba..
“Ya Ampun!! Handukku...!!”
Aku kembali dengan tergesa-gesa ke kamar untuk mencari handuk. Kutelusuri kamarku dengan pandanganku yang tajam. Sudah kujelajahi seluruh sela-sela kamarku tapi...
“Alamak... kok..??? Handukku ilang???”
Aku mencari ibuku dan menanyakan ke mana handukku menghilang.
“Aduuuh... Ran, kemarin handuknya kamu cuci kan?? Ambil di lemari lagi sana!!”
Aku bergegas mengambil handuk yang ada di lemari di kamar ibuku. Sambil mengambil handuk, aku melihat jam dinding yang tergantung di tembok.
“Aaaaargh.... tiga puluh menit lagi!!!!”
Aku langsung lari ke kamar mandi. Saking tergesa-gesanya, aku sampai menabrak kakakku yang sedang membawa segelas kopi.
“Heyyy... Ran.. hati-hati!!” kata kakakku sambil mencegah agar kopinya tidak tumpah. Walau begitu, aku tetap acuh tak acuh dan lari menuju kamar mandi tanpa minta maaf.
Sesampai di kamar mandi, lepas baju.. mandi.. byar byur.. pakai sabun dan bilas. Aku berusaha mandi secepat mungkin. Akhirnya selesai tanpa sikat gigi. Aku keluar kamar mandi dengan kaos yang terbalik. Cuek aja!! Aku langsung lari menuju kamarku dan mencari seragam putih abu-abuku. Tapi apa yang terjadi??
“Ooh my God!! Belum disetrika..!!!”
Aku langsung bergegas ke ruang belakang dan langsung menyetrika seragamku. Selesai akhirnya. Walaupun masih terlihat seperti belum disetrika, aku tetap memakainya. Lagipula orang lain tak akan komentar.
Aku kembali ke kamar. Dalam perjalanan, aku melihat jam dinding yang ada di ruang tengah. Jreng... jreng... Jam tujuh tepat.
“Mati aku!!! Seperempat jam lagi masuk!!!”
Tanpa pikir panjang aku langsung menyambar tas punggungku yang entah apa isinya. Aku belum melihatnya. Pokoknya yang penting aku tidak terlambat berturut-turut untuk yang ketiga kalinya. Aku harus cepat.
Dengan rambut acak-acakan, aku langsung ke garasi untuk mengambil motor. Di sana aku bertemu dengan kakakku yang kutabrak tadi sedang mengelap motornya. Melihatku memegang motornya, kakakku langsung mencegahku.
“Eits... mau apa kau??? Enak aja mau ngambil motor seenaknya.. Ini motor siapa.. heeh??” kakak mulai mengintrogasiku.
Malas melanjutkan perdebatan sia-sia tak jelas, akhirnya aku merengek.
“Ayoolah kaaak... Aku udah mau telat niiih!!!”
“Tapi belum telat kan??? Salah siapa bangun siang!! Sekarang bilang yang baik sama yang punya motor!!”
“Aaaaah... kakak niih... Pokoknya aku mau naik motor!!” Aku berusaha menyerobot untuk mengambil motor. Tapi kakak itu keras kepala sekali.
“Eiiits... Nggak boleh!!! Bilang dulu yang baik sama kakak!!” kakak masih berusaha mencegahku.
“Iya deeeh.. Kak... Pinjem motornya ya... Kak Roku ganteng deeh!!!” ucapku akhirnya.
“Naaah gituuu dong!!” Sepertinya kakak merasa pujianku itu benar.
“Dari tadi kek!! Dasar cowok nggak normal...!” ucapku lirih.
“Bilang apa tadi??”
“Nggak kok kak!! Hehe..” Kupingnya tu setajam apa sih??
Menyebalkan. Gara-gara negosiasi tak penting tadi, waktuku terkuras. Jam berapa ya sekarang??? Kulirik jam dinding yang ada di garasi.
“Haaaah... lima menit lagi?? Harus cepat!! Harus cepat!!!”
Kupakai helm, kunyalakan motor, dan kebut sekencang-kencangnya. Selama perjalanan, aku beberapa kali hampir menabrak sesuatu. Untung saja aku punya keahlian dalam menghindar. Coba kalau tidak, nenek-nenek yang sedang menyeberang di depan pos polisi tadi bisa mati ketabrak. Selain itu aku bisa ditangkap polisi yang jadi saksi mata.
Di perjalanan, banyak lampu merah yang menghalangiku. Menyebalkan. Di traffic light yang ketiga, aku melirik jam tangan bapak-bapak yang ada di sampingku.
“Haaah?? Pasti bel masuk sekarang sedang berbunyi,” batinku dengan penuh kegalauan.
Aku sudah pasrah, pasti aku akan dihukum lari lagi. Mungkin juga ditambah membersihkan toilet.

Sesampai di gerbang sekolah, aku melihat pintu gerbang tertutup. Aku pikir, pasti sudah telat. Jam berapa ya sekarang. Aku lupa tidak bawa jam tangan maupun handphone. Kemudian aku turun dari motor dan mendekati gerbang. Sepi sekali.
Tapi ada yang aneh, deh! Aku sudah berkali-kali terlambat, tapi tidak pernah kulihat kejanggalan ini. Kulihat ke dalam pos jaga di dalam gerbang yang hanya berjarak satu meter dari tempatku berdiri. Kenapa satpamnya tak ada??
Kucari-cari satpam seluas pandanganku. Mungkin saja satpamnya sedang tidak di pos jaganya. Aku masih mencari-cari. Siapa tahu ada seseorang di dalam sana untuk membantuku masuk. Setelah aku lelah mencari, aku bersandar di tiang gerbang sebelah kanan. Setelah sekitar tiga menit aku bersandar dan membiarkan orang lewat melihatku tanpa membayar, aku berniat untuk pulang. Kemudian aku berbalik badan dan melihat sesuatu yang terjatuh di bawahku. Kertas yang sudah lusuh. Aku penasaran. Mungkin itu surat cinta yang dibuang oleh pemiliknya. Aku curi-curi membacanya. Setelah kubaca, aku tercengang mati rasa.
“Aduh booo.... capeeee deeeeh!!!!”

...
Diberitahukan bahwa pada tanggal 5 Februari 2009, kegiatan belajar mengajar ditiadakan karena adanya Rapat Guru dan Karyawan SMA N 70 Yogyakarta. Diharapkan para siswa untuk belajar di rumah.
...

To Be The Best "Note Taker"




Salah satu masalah mahasiswa dalam menangkap perkuliahan itu biasanya karena bahan ajarnya kurang menarik. Ya nggak sih?? Itu sih menurutku..
Jaman sekarang kan kalo kuliah tu dosen dah pake slide PowerPoint gitu. Atau malah pake PDF.
Jadi kadang kita malah berpikir, "ahh kan ntar tinggal CopPas aja."
Tau kah kamu, itu malah membuatmu jadi gak bisa fokus ke bahan kuliah. Itu sih menurut pengalamanku aja.

Jika kamu itu orangnya se-tipe denganku, yaitu "nggak mudeng-an" atau "lola" atau "lemot", nah aku punya tips buat kamu biar kuliahmu jadi lebih asik dna catatanmu nggak kosong mlompong. Catatan kosong mlompong itu akan membuatmu bingung pas ujian nantinya..

PERTAMA.
Pastikan kamu mengerti apa yang akan diajarkan oleh si dosen. Kan nggak lucu kalo kamu mikirin makul A, ee yang diajarkan makul Z. Yang lemot malah tambvah lemot tuhh..

KEDUA.
Kalo kamu orangnya kayak aku, yaitu nggak biasa belajar di rumah tentang bahan kuliah yang akan dibahas besoknya.. duduk lah di tempat paling strategis, dan fokus tanpa 'nyambi' hal-hal yang tidak berhubungan.

KETIGA.
Siapkan buku catatan -kalo aku sih milih yang gak bergaris- dan bolpen warna warni.. sekalian siapkan imajinasimu tentang makul itu.

Selanjutnya.. biarkan imajinasi dan pengetahuan pendekmu itu membantumu dalam membuat catatan spesialmu itu..

Mau tau lebih banyak?? Aku sarankan, baca "Quantum Note-Taker" karangan Bobbi DePorter..
Itu bisa jadi inspirasimu saat membuat catatan lucumu.. :)

SEMANGAT !!