Kemarin aku pulang malem dan nggak sempet mandi sore. Sebenernya badanku udah gatel-gatel dan risih banget pingin mandi. Tapi berhubung udah terlalu malam, aku nggak berani mandi. Jadi aku nekat tidur malam dengan keadaan gatal. Sekali mengejap mata, tiba-tiba aku sudah berada di dalam mobil.
Tampilkan postingan dengan label Kingdom of Dream. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Kingdom of Dream. Tampilkan semua postingan
Kingdom of Dream (3)
Ini tulisan
Restu Dinda Kurnia
on Kamis, Maret 20, 2014
Kategori
Kingdom of Dream
/
Comments: (0)
Imajinasi Tanpa Batas
Ini tulisan
Restu Dinda Kurnia
on Sabtu, Februari 01, 2014
Kategori
cerita hidup,
curhat,
hobby,
Kingdom of Dream,
pengalaman
/
Comments: (0)
Berharap bisa menuliskannya.. Tapi...
Ehm.. Ini berhubungan dengan Kingdom of Dream yang pernah aku tulis sebelumnya.
Tapi ini bukan di mimpi saat tidur. Tapi di saat aku sadar, bahkan sangat sadar.
Pernahkah kalian merasakan hal yang kurasakan?
Ketika kamu melakukan sesuatu, atau minimal lagi jalan deh, kadang ada sesuatu yang merasuki pikiranmu.
Gimana ya detailnya..?? *bingung*
Pernah nggak ngrasain bahwa kamu adalah sutradara terhebat bagi ceritamu sendiri?
Misal kamu lagi di perjalanan naik motor, terus kamu liat ada mobil yang tiba-tiba menyalipmu tanpa etika.
Apa yang kamu pikirkan saat itu?
Ehm.. Ini berhubungan dengan Kingdom of Dream yang pernah aku tulis sebelumnya.
Tapi ini bukan di mimpi saat tidur. Tapi di saat aku sadar, bahkan sangat sadar.
Pernahkah kalian merasakan hal yang kurasakan?
Ketika kamu melakukan sesuatu, atau minimal lagi jalan deh, kadang ada sesuatu yang merasuki pikiranmu.
Gimana ya detailnya..?? *bingung*
Pernah nggak ngrasain bahwa kamu adalah sutradara terhebat bagi ceritamu sendiri?
Misal kamu lagi di perjalanan naik motor, terus kamu liat ada mobil yang tiba-tiba menyalipmu tanpa etika.
Apa yang kamu pikirkan saat itu?
Kingdom of Dream (2)
Ini tulisan
Restu Dinda Kurnia
on Selasa, Februari 14, 2012
Kategori
Kingdom of Dream
/
Comments: (0)

Akhir2 ini aku sedang terbuai dengan seni fotografi. Ketika aku memandangi sebuah foto di internet melalui laptop, ya memang hanya sebuah foto rumah yang sederhana. Tapi entah ada apa dengan foto itu, rasanya kok kayak ada yang menarikku dari dalam foto itu. Secara tak sadar, aku memandang tajam foto itu, dan WUSSSHH.. dalam sekedipan mata, aku seperti berpindah ke dalam tempat di mana foto itu dipotret, dengan suasana mendung, persis seperti foto itu.
Selama aku mengartikan ini semua, aku membaca suasana yang ada, dan mengarahkan pandanganku ke sekitarku. Dingin. Oh, tidak, ini sejuk. Tanpa pikir panjang, aku berlari ke arah kanan, yang kurasa itu adalah barat. Dari kejauhan, emm.. seperti jurang. Penasaranku semakin tinggi. Kudekati "jurang" itu dengan langkah pelan. Sesampai di tepi "jurang" aku terperangah.
"WAOOWWW...!!"
Ini pemandangan yang indah... Bukan hanya indah, tapi KEREN. Suasana sejuk, pegunungan yang terhempas luas, dengan pepohonan yang sangat rapat, seperti hamparan karpet hijau empuk, dengan beratapkan langit mendung namun cerah. Ya, memang sulit mendeskripsikannya. Tapi memang seperti itu rasanya. Emm.. sepertinya ini cukup untuk mengagumi keindahan alam ini, sekarang saatnya mencari seseorang. Masa iya, aku cuma sendirian di sini. Toh di tempat tadi kan ada rumah.
Aku kembali ke rumah tadi, dan entah sejak kapan, di depan rumah ada semacam pesta BBQ. Ramai dengan remaja-remaja seusiaku. Aku hampiri mereka, dan anehnya mereka merasa mengenalku, dan begitu sebaliknya. Mereka mirip teman-temanku saat SMP. Ini sangat menyenangkan. Kami bernyanyi bersama-sama dengan suasana pegunungan yang sejuk. Menari-nari bersama, dan beberapa memanggang daging. Kesenangan itu membuatku lelah.
Dengan sendirinya, aku masuk rumah sederhana tadi sementara yang lain masih bersenang-senang di luar. Aku melihat sofa di ruang depan, yaaaa anggap saja seperti ruang tamu. Kelelahan ini mengantarkanku untuk tidur sejenak di sofa itu. Sebelum aku terlelap, aku merasa ada yang lupa. Oiya, aku lupa pamit ke teman-teman yang di luar tadi untuk ijin tidur dulu. Seketika aku buka mata, entah kenapa aku sudah berada di kamarku. Ya, di kamarku yang sebenarnya, dengan laptop menyala. Dan anehnya lagi, badan dan kakiku merasa sangat lelah. Apa-apaan ini, aku belum selesai menikmatinya, kenapa sudah kembali di kamar lagi?? Arrghh !!!
. . .
Kingdom of Dream (1)
Ini tulisan
Restu Dinda Kurnia
on Kamis, Desember 08, 2011
Kategori
cerpen,
Kingdom of Dream
/
Comments: (2)

Entah kenapa saya berada di sini. Di suatu ruangan yang terlalu banyak orang. Heyy.. itu ada Nadia, teman kuliahku dulu yang sekarang udah pindah kampus. Hohoho, tak apa apa lah di tempat asing, setidaknya ada temannya.
"Aku punya ide untuk video klip kita selanjutnya!!" Nadia berteriak.
What? Video klip? Ide? Apa-apaan ini? Acara apa sih ini?
Aku inget satu hal, Nadia kan ikut jadi fans salah satu grup band Jogja, mungkin ini sedang membicarakan itu ya..
Tiba-tiba ada yang menyalakan LCD untuk mempresentasikan ide Nadia tadi (mungkin). Ya, aku di sini hanya mengira-ngira, karena aku tak tau kenapa aku ada di sini. Di layar tergambarkan banyak bunga berwarna putih dengan pasir yang gersang dan penuh dengan batu-batuan.
"Lili. Aku menemukan tempat di mana tumbuh bunga Lili di Jogja ini. Aku pernah ke sana." ujar Nadia.
"Di mana itu?" seseorang yang jadi moderator di situ bertanya.
"Di Arab nya Jogja."
Hahh? Arabnya Jogja? Apa lagi itu ya? Terus, emangnya di Arab sana ada bunga Lili?
Aku tetap berusaha mencerna apa yang mereka bicarakan. Bahkan Nadia pun di situ tak menggubrisku. Sia-sia walau ada teman pun.
"Mari kita langsung ke sana!" ajak Nadia.
Hahh??
Tanpa pikir panjang, tiba-tiba entah kapan, ruangan ini jadi tempat terbuka.
"Di sana lah tempat itu." Nadia menunjuk ke suatu pulau kecil yang terdapat gunung batu di tengah-tengahnya. Emang ada ya di Jogja yang seperti itu?
"Di sana lah tempat itu." Nadia menunjuk ke suatu pulau kecil yang terdapat gunung batu di tengah-tengahnya. Emang ada ya di Jogja yang seperti itu?
"Cara menyebrangi ke sana dengan jembatan kecil di depan pondok pesantren di sebelah kanan sekitar 2 km dari sini. Kita tidak bisa menebak cuaca disana. Karena ada perbedaan suhu di sini dan di sana. Ingat, kita tidak bisa ke sana jika di sana hujan. Akan terjadi cuaca ekstrem jika di sana hujan." Nadia menjelaskan.
Aku mencoba mencerna apa yang diceritakan Nadia yang menurutku sangat tidak masuk akal. Tapi aku tetap ingin ikut ke pulau aneh itu. Pasti menyenangkan.
"Jadi kapan kita ke sana?" tanya seorang teman Nadia.
"Sebentar."
Aku lihat Nadia di sini sangat berperan. Dia seperti seseorang yang mengetahui segalanya. Tatapannya sangat tajam saat melihat pulau itu.
"JANGAN SEKARANG ! AYO KITA LARI !!!"
"Kenapa Nad? Ada apa?"
"LIHAT DI ATAS PULAU ITU !!!"
Aku melihat ada gumpalan awan hitam yang sangat cepat membesar dan membentuk putaran seperti puting beliung. Di sebelah kanan gunung, ada awan yang mendekati gunung. Bentuknya seperti naga yang menganga. Waoww!
Semua orang lari kecuali aku. Aku ingin melihat apa yang akan terjadi selanjutnya. Dan ternyata hujan terjadi di wilayah pulau itu. Padahal di tempat ku berdiri ini sangat panas menyengat. Gelap sekali awan di sana. Aku ingin melihat lebih dekat. Aku berlari menuju pondok pesantren yang disebutkan Nadia tadi. Aku mulai menginjak jembatan kecil. Tapi petir memutuskan jembatan itu. Alhasil aku hanya bisa menatap kegelapan itu dari jauh sini.
Waoww.... ini apa??
Waoww.... ini apa??
Hujan pun merambat ke arah ku. Deras sekali, dan tiba-tiba aku telah berada di dalam pondok. Dengan posisi telentang, aku memejamkan mata, berusaha mengartikan apa itu semua. Saat ku buka mata, aku telah berada di kamarku dan di luar rumah hujan sangat deras. Ini keren !!!
. . .


