RSS
Tampilkan postingan dengan label KKN. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label KKN. Tampilkan semua postingan

Independent Girl


Independent Girl


Istilah itu aku dapet pas jaman KKN. Ella, temen se KKN ku selalu bangga mencanangkan bahwa dirinya seorang Independent Girl.

Aku heran aja, apa yg dibanggakan dgn sebutan itu. Hidup sendiri dan tidak ingin menggantungkan apapun ke orang lain. Bergerak sendiri tanpa ada teman di kanan kiri.

Setelah sekian lama, ternyata aku menyadari bahwa kini aku juga berubah jadi Independent Girl.

Rasanya?

Bebas dan tak terkekang oleh aturan "musuhku adalah musuhmu juga". Yang ada, aku bisa pilih berteman sama siapa aja. Musuhnya temen, bisa jadi temenku juga. Karena pada dasarnya, aku gak pingin punya musuh.

Yg penting memposisikan diri dengan bijak.

:) :) :)

Dampak KKN

Sampai di Jogja, aku harus buka puasa pake steak di Waroeng Steak. HARUS !!!
Benar! Walaupun babe ku nggak ikut gara2 ada buber di kantornya, kemarin (150812) aku sama mami ku ke Waroeng. Kami menggila bersama-sama.
Tapi pas sampai di tempatnya, kami kehabisan kursi. Alamaaak cuma 2 kursi doank masa nggak ada sih...

Dan akhirnya kami numpang di meja orang. Ada satu mas-mas duduk di tempat yang harusnya dipake 4 orang. "Sendiri mas? Boleh gabung?"

Yesss! Dapet tempat duduk. Makan steak berlangsung dengan lancar, tapi pastinya si mas-mas tadi ngrasa risih ngeliat ibu-anak yang pembicaraannya nggak logis. Hahahaa...


***


Hari berikutnya (160812) aku tidur siang di kamar ku yang penuh doraemon. Tidurku yang kelawatan ngebo atau kasur yang super dahsyat nyamannya, yang bikin aku tidur kelamaan. Aku dibangunin sama masku yang udah ada di rumah. Dia dan istrinya lagi mudik ke Jogja. Aku sontak kaget.
Aku masih berasa di pondokan yang biasanya kalo tidur pintu kamar tertutup dan kalo keluar kamar harus pake jilbab. Ya aku kaget lah liat masku masuk kamar, secara dia kan cowok. Pikirku dia itu temen pondokanku. Aku langsung buru-buru nyari jilbab.
"Ngapain bangun bangun kok liat liat jilbab? Ini bukan grosiran woi.. Bangun bangun!!"
"Ha?" mungkin kalo temen-temen sub unitku liat wajahku saat itu, bakal terpingkal-pingkal -apalagi yossi-

Hadoooohhh.... lupa kalo aku udah di rumah...

Lagi... kan mau buber di luar nih sama keluarga. Aku dah beres dan siap buat berangkat. Aku secara spontan langsung pake helm ku.
"Ngapain pake helm? Mau naik motor sendiri?"
"Ha?" lagi-lagi ekspresi anehku muncul untuk yang ke sekian kali selama satu hari ini. Aku lupa kalo perginya naik mobil. Biasanya kan kalo di kebumen, apa-apa naik motor. Hahaha..


***

Apalagi yaa... tunggu yang terjadi selanjutnya..

NB : Aku belum pernah bercerita tentang mimpi-mimpiku selama KKN, yang anehnya sering benar-benar terjadi di pagi harinya. Pingin cerita dan aku masukkan ke Kingdom of Dream ku. Tapi, aku rasa, nggak usah lah.. Hahaha...

Seri KKN : Saatnya berpisah...

Kemarin tepatnya tanggal 15 Agustus 2012 pagi, aku dan teman-teman pulang...

Kebumen bener-bener mengesankan... Banyak hal yang belum aku ceritakan disini...

Berawal dari teman-teman baru, sambutan warga desa yang sedikit menggelitik, anak-anak yang menyenangkan, bahkan menyesakkan (hahaha)..

Hari pertama kami makan di luar, di dekat taman kota, karena nggak ada yang masakin. Biaya yang dikeluarkan super duper mahal. Seporsi 17.000 rupiah. Gilaaaaa... Uang habis cepat klo gini caranya..
Tapi selanjutnya, masalah makan udah beres dan tidak penting buat dibeberkan. HAHAHA...

Kami juga sempat jalan-jalan ke alun-alun, ke toserba, pasaraya, taman kota, sepedaan santai bareng bupati, goa jatijajar, pantai ayah.. pokoknya menyenangkan.

Program KKN ?
Awalnya sangat menyulitkan, dan agak sebelnya, kenapa solusi datang saat sudah hampir sampai di penghujung waktu KKN. Kyaaaaa...
Program slalu berjalan lancar, hambatan hanya ada karena miskomunikasi. Tapi aku rada keteteran sih...

Warga desa?
Di sub unit ku, warganya ramah-ramah, baik-baik, semuanya menerima kami dengan senang hati, apalagi anak-anaknya. Anak-anak senang dan sering sekali datang ke pondokan, bahkan keseringan. Sering juga bikin kami kalangkabut dengan tingkah anak-anak itu. Terutama nara dan bening :')

KKN tanpa cinlok kayak bo'ong gimana gitu. Banyak cinlok di sini.. Tapi itu hanya sekedar cinlok semasa KKN aja. Tapi ya siapa tau berlanjut saat kembali di jogja, ya mana ku tau.. Hahaha.. Nggak ada yang tau masa depan.. :D

Ehmm.. penasaran dengan wajah duo pentolan di sub unitku??
Bandingkan, bagaimana wajah nara dan bening??
(kiri: nara, kanan: bening)

Dan bagaimana wajah mereka saat aku pamitan???

Huhuhuhu.... nggak tega ngliat mereka nangis di depanku. Mereka nggak ngebolehin aku dan temen-temen pulang.. Tapi kami harus pulang.. Dadah nara n bening :')

Setelah pelepasan  tanggal 14 Agustus 2012 malam, setelah nyanyi lagu Rumah Kita dan Kemesraan, kami foto-foto, dan itu pasti nggak akan ku lupakan.. Teman-teman baruku.. Hampir 40 hari bersama-sama. Terutama sub unit 1 yang awalnya jadi sub unit paling pendiam, tapi pada akhirnya, aku sadari, ternyata memang suasana seperti itu yang aku sukai... Gila-gilaan bareng di pondokan tanpa induk semang yang sangat "mengesankan".. Hahaha.. Pokoknya harus ketemu lagi..!!!

kiri ke kanan : Yossi (mama), Hesti (penjol satu), Ima (penjol dua), Nia (penjol tiga), Ubai (papa), Lukman (simbah kakung)

BAKAL KANGEEEENN.... :')
dadah Candiwulan Kebumen :)

Seri KKN : saatnya jalan-jalan nihh...

Ke goa jatijajar dan pantai logending...
Nothing spesial, hanya jalan-jalan.. dan foto-foto.. nggak ada makan-makan, soalnya puasa :D
Yang spesial karena, saat-saat seperti ini tak akan terulang lagi...




Seri KKN : Kompakan nih yee..

Apanya yang kompakan?

Kami, satu pondokan. Isinya 4 cewek dan 2 cowok.

Pada awalnya aku duluan yang nggak puasa gara-gara 'dapet'.

Trus, dua hari kemudian, temenku (Ima) yang nggak puasa gara-gara 'dapet' juga.

Trus, dua hari kemudian, giliran temenku (Yossi) yang nggak puasa gara-gara 'dapet' juga.

Berhubung satu lagi temen cewek (Hesti) itu agama katholik, jadi selama 5 hari, kami berempat....


NGGAK PUASA MASSAL XDDDD


Nasib buruk buat para cowok (simbah Ubai dan Simbah Lukman)...
Susah buat bangun sahur, karena nggak ada yang mbangunin...
Susah buat puasa secara normal, karena siang2nya liat si cewek-cewek makan :D
Susah buat buka nya, karena yang beli buka itu anak-anak cewek.

Mood-mood-an banget buat ngurus para simbah itu... HAHAHAHA..

Sesekali jahat boleh lah..

NB : Jangan ditiru yaaa.. :D

Seri KKN : Why Me ? (2)

Lagi-lagi kericuhan terjadi.
Sang pentolan bernama NARA mengamuk di pondokan. Dan kenapa harus aku yang jadi saksinya???
Jangan bayangkan nara itu cowok dewasa kekar dan perawakannya mengerikan. Dialah nara, anak cewek kecil dengan rambut kriwilnya dan muka polosnya.

Dia nggak segan-segan melampiaskan kemarahan dengan menjambak, memukul, menggigit apapun yang ada di dekatnya, dan diutamakan korbannya adalah orang.

Saat itu, pondokan rame dengan anak-anak yang sedang sibuk menggambar. Entah apa yang memicu, tiba-tiba nara dengan sandal di dua genggamannya memukul bening (sahabatnya nara). Aku bener-bener kaget. Mau nggak mau, aku harus melerai mereka berdua, memaksa nara untuk minta maaf. Gengsinya nara tinggi banget, itu membuat dia nggak mau minta maaf, lalu dia pulang.

Pondokan kembali tenang.

Sekitar 15 menit setelah itu, nara kembali ke pondokan. Dengan wajah yang seolah-olah tak terjadi apa-apa. Teman-temannya pun menerima nara begitu saja. Tak ada rasa benci sedikitpun. Nara kembali mulai menggambar. Aku sudah mulai cukup tenang dengan keadaan ini. Membaik dengan cepat.

Baru saja aku membatin, terjadi lagi kericuhan. Aku lelah. Apalagi ini??
Tak tau asal muasal penyebab terjadinya kericuhan, tiba-tiba nara menjambak --lagi-lagi-- bening. Bening kesakitan dan mulai menangis. Aku harus bertindak. Memaksa --lagi-- nara untuk minta maaf. Salaman seperti pada umumnya aja nara nggak mau. Seketika dia ambil kertas gambarnya dan pulang. Nangis.
Aduuuhh.. aku bingung. Sebenernya apa yang terjadi. Anak-anak yang lain bercerita. Katanya nara merebut spidol yang sedang dipakai bening.  Aku nggak heran sih.

Keadaan kembali tenang seiring tenangnya tangisan bening.


Hari berikutnya, nara datang ke pondokan sendirian.
"Temen-temennya mana?"
"Ra melu, jare inyong nakal." (Nggak ikut, katanya aku nakal)

Hahaha...
Hari berikut-berikutnya, aku jarang melihat nara berbuat onar lagi.. Hmmm.. masih sih, tapi nggak seekstrim saat itu. Dan sang pentolan pun dapat di handle :D

Seri KKN : Why Me ?


Seri KKN : Why Me ?

Kapan itu aku lupa hari apa dan tanggal berapa, tapi emang harus cepet dilupakan, setidaknya setelah aku posting ini. Di pondokan cuma ada aku yang masih idup (masih bangun maksudnya). Para cewek2 yang lain udah pada tepar di kamar dan para cowok berdua itu lagi berkunjung ke rumah kadus.
Saat itu jam 23.30, aku masih berkutik dengan dorama yang aku tonton malam itu. Setelah ngerasa ngantuk, aku tiduran bentar di kamar, nyempil di antara temen2ku. Dan keadaan pintu depan nggak aku kunci. Takutnya kalo aku kunci, ntar para cowok berdua itu nggak bisa masuk. Tiba-tiba...

"DOKK DOKK DOKK"
(ceritanya suara ngetuk pintu nih)

Udah jam segini mereka baru pulang.. Huuhh.. Biarin aja deh, biar buka pintu sendiri.

"DOK DOK DOKK"

Ihhh.. serius nih anak manja banget sih, harus dibukain gitu ya? Aku langsung beranjak menuju pintu depan. Aku buka pintu pelan-pelan biar nggak berdecit..

JREEENGG....

Yang kudapati di balik pintu buka dua orang cowok yang aku kenal. Malah cowok-cowok aneh bau menyan berbadan seukuran remaja SMA dengan tudung jaket. Bukan cuma dua, tapi lima atau lebih, aku lupa. Seketika aku memaku. Aku bingung, apa maksud mereka datang malem-malem gini. Bahkan keadaan di rumah, yang bangun cuma aku, dan isinya cuma cewek semua. Tanpa ku ijinkan masuk rumah, aku tanya maksud kedatangan mereka.

"Ada apa ya mas?"
"Emm.. nggak apa-apa mbak, cuma pingin ketemu sama masnya yang pake ini." (nunjuk vespa di depan)
"Ooo.. emangnya kenapa ya mas?"
"Yaaa pingin ngobrol-ngobrol aja. Emmm.. kalo boleh tau, sebenernya mbak-mbak dan mas-mas disini itu ada acara apa ya? Kok cowok cewek dalam satu rumah. Trus di sini cowoknya ada berapa ceweknya ada berapa.. (blah blah blah).."

Mereka tanya apa, aku langsung jawab seadanya. Tanpa ada buruk sangka atau apalah sejenisnya, aku santai saja membalas pertanyaan mereka, bahkan kami ngobrol selayaknya teman lama.
Obrolan berlanjut dengan posisi jongkok. Aku tetap nggak sudi membawa orang2 aneh ini ke dalam pondokan. Mereka yang dari tadi ngintip2 ke dalam dengan maksud agar dipersilakan masuk, tetap tidak akan ku ijinkan masuk.

Obrolan berlanjut selama kurang lebih seperempat jam. Dan lama-lama keadaan ini semakin membuatku nggak kuat dan sok tegar lagi. Suaraku dah mulai goyah.. Jujur, aku takuuuutt.. :(

Sialnya aku saat itu nggak mengantongi HP. Ingin rasanya sms ke dua cowok yang waktu itu lagi di rumah pak kadus. Ingin juga rasanya membawa pasukan yang saat itu lagi molor sesuka mereka di kamar. Hanya berjarak 4 meter, antara posisiku (pintu depan) dengan pintu kamar. Tapi aku nggak akan lepas dari posisi ini, aku harus mencegah mereka masuk. AKu takut ada apa-apa dengan laptop2 di dalam rumah ini, dan takut kalo ada apa-apa denganku...

Aku tetap berusaha tegar, ngobrol dengan mereka, mendengar 'ceramah' mereka, sambil menunggu dua cowok temanku pulang. Huuuhhh.. lama kali mereka kembali.. AKu dah mati rasa disini T_T

Sesaat setelah kegalauanku timbul, mereka yang mengaku "GENK" itu, tiba-tiba pamit dengan sendirinya. "Ya sudah mbak, mungkin kami harus pulang, assalamu'alaikum."

"Kalo misal mau berkunjung lagi nggak apa-apa lho mas, TAPI SIANG YA.." -- nia ngomong dengan tampang bego --

Selepas mereka pergi, aku langung menutup pintu, menguncinya, dan jalan santai menuju kamar. Sampai kamar, dengan deg-deg-an nya, aku sms para cowok yang hanya dua itu. Aku cerita tentang kedatangan orang2 aneh itu. Tau kah kau, aku nangis sesaat pesan terkirim. AKU BENER-BENER TAKUT.

Beberapa saat, mereka pulang, dua cowok temenku itu, dan nggak tanggung-tanggung, kadus juga ikut ke pondokan. Mereka minta penjelasan tentang sms itu. Aku nangis di depan mereka (jangan bayangkan aku menangis sambil merengek-rengek ya.. aku hanya menitikkan airmata sesekali lalu menghapusnya. masih normal kok :p)

Selesai aku bercerita dengan seadanya, mereka bertiga beranjak pergi lagi. Katanya sih mau ke tempat nongkrong orang-orang aneh tadi.

Aku diam, dan tidur.

Aku bangun lagi sesaat setelah dua cowok itu kembali pulang. Mereka bercerita kalo ternyata yang kuhadapi tadi preman desa ecek-ecek yang lagi mabuk. Ebuset deh.

Cerita selanjutnya malah melanglangbuana sampe kejadian2 anarki di jogja. Dan aku jadi tau semuanya.

Huuhh... Why Me?

Sampai sekarang aku masih trauma sama bunyi ketukan pintu yang keras.

Seri KKN : Tarawih sih..

Malam pertama berangkat tarawih berdua sama temen di masjid.
Malam kedua berangkat tarawih berdua sama temen di masjid.
Malam ketiga berangkat tarawih sendirian di masjid.
Selanjutnyaaa.... selang beberapa hari kemudian (selama itu aku tarawih di rumah) aku tarawih di masjid lagi. Malam itu adalah malam ini...

Aku tarawih di belakang bagian anak-anak. Kan seru tuh kalo sama anak-anak. Kalo di bagian ibu-ibu takutnya ntar di tanya macem-macem. Lagian aku kalo di rumah, biasanya juga tarawih sama anak-anak. Tapi ini kondisinya beda. Di sini aku adalah orang asing.

Yapp.. saatnya sholat Isya'..
Bayangkan di kanan kiriku nggak ada siapa-siapa. Gimana caranya mau merapatkan shaf kalo anak-anak ini pada lari-larian kesana sini. Kalo di rumah, ini anak-anak udah aku seret kembali ke shaf nih. Terus aku bakal bilang, "Kalo rame, ntar nggak dapet jaburan lho dek." (jaburan : snack yang dibagikan ke anak-anak setelah tarawih berakhir). Kalo di sini... saya lebih baik diam saja...

Selesai sholat Isya', dzikir dulu ahh...
Selanjutnya sholat tarawih.. Hmm.. masih aman..
Sholat tarawih lagi.
"Allahu akbar"
GDBUGG !!

Ada anak jatoh di depanku, tepat di atas sajadah ku. Wkwkwk.. Sementara itu aku udah mulai sholat. Baru aja mulai. Rasanya pingin ketawa tapi aku harus jaim. XDD
"Abaikan... Lanjutkan saja sholatnya Nia..."

Sholat hampir berakhir, tiba tiba...
"WAAAAAAAAAA.."
Ada anak teriak di kupingku. Tepat sedetik sebelum sholat berakhir. Astaghfirullah.... X(

Aku sempat mikir, seperti apa aku kalo dilihat dari sudut pandang anak-anak. Aku kayak api unggun yang dikelilingi anak-anak pramuka yang berebut kehangatan.... dan berebut buat nglempari kertas.. =_=
jadi berasa kayak scene suatu film.. uhh..

Aku dibully bocah-bocah.. Hahaha.. nggak apa-apalah, namanya juga anak-anak T_T

Seri KKN : Suara ilang

Terjadi beberapa hari yang lalu. Tepatnya tanggal 19 Juli 2012.

Entah kenapa di Kebumen terasa dingin banget. Aku mulai batuk dan hidung mampet.
Flu juga nih..
Waktu itu belum masuk bulan Ramadhan, dan hari itu ada agenda jalan sehat desa.
Tanggal 17 Juli 2012 ada acara 17-an di RW dimana aku bertugas. Yaa berhubung 17 Agustus 2012 udah puasa, jadi dimajukan deh acaranya. Nah acaranya tu lomba anak-anak gitu. Kayak makan krupuk dan lain-lain. Kebayang donk rusuhnya. Apalagi anak-anak itu lumayan agresif, hiperaktif, dan nggak mau diatur.
Saat itu aku dapet giliran penanggung jawab salah satu lomba, tapi secara mendadak tugasku berubah haluan jadi MC. Ini masih mending ada pengeras suara. Tapi, suaraku di pengeras suara tak cukup keras buat masuk ke telinga anak-anak itu. Jadilah suaraku diperkencang secara manual, yaa walaupun masih pake pengeras suara.

Hari selanjutnya ada lomba menggambar anak-anak. Lagi-lagi aku jadi MC. Dan ini nggak pake pengeras suara. Tapi untungnya anak-anak itu mau diajak kerjasama buat duduk manis dengan kertas di depannya. Dan saat menggambar, nggak banyak tanya, nggak banyak cingcong, nggak banyak rusuh, nggak kayak hari sebelumnya.

Hari selanjutnya, jalan sehat desa. Alhamdulillah aku nggak jadi MC. Tapi lagi-lagi secara tiba-tiba, aku paling nggak suka kalo pengeras suara itu nganggur padahal acara sudah mulai, aku langung gregetan gitu. Tapi aku bisa menahannya sampai pada saatnya mengumumkan juara lomba 17-an. Emang sih udah ada MC nya, tapi seperti biasanya, aku gregetan liat pengeras suara hanya dipegang doank. Dan secara responsibel yang payah, aku ambil alih dalam hal mengumumkan juara lomba. Setelah itu, aku menyerah karena suaraku sudah mulai menipis.

Sepulang beres-beres acara jalan sehat, aku pulang ke pondokan dan tidur. Berhubung badanku saat itu juga lagi kurang sehat, jadi aku emang perlu banget buat istirahat. Apalagi besoknya udah puasa. Huahhh.. tidurku siang itu cukup lama. Pas aku bangung, di luar kamar udah rame aja. Ada beberapa teman dari sub unit lain main di pondokan sub unitku. Aku sih masih diam aja, kan nggak ada yang mau diomongin. Tapi beberapa saat kemudian, aku pinging ngomong sesuatu sama temenku. "Ehh."
Cuma kata Ehh doank sih yang ingin aku katakan, setidaknya sebagai pembuka. Tapi kata nggak penting itu nggak keluar, seperti nyangkut di tenggorokan. Terus aku lanjutkan "Ada acara apaan setelah ini??"
Eh buset dah, nggak keluar!!!!
Aku lanjutkan dengan teriak "AAAAAAARRRGGHH !!!!"
Tapi yang terdengar hanya "khaaaaa~"

Aduduhhh.. ini gimana ini?? Gawat! Masa iya aku nggak bisa ngomong.. Udah gitu jadi bahan ketawaan lagi.. Grrr...

Dengan sebel dan menjengkelkannya, akhirnya temanku ada yang ngasih aku permen pelega tenggorokan dengan tingkahnya yang sombong dan menjengkelkannya.. =_= Tapi apa boleh buat, aku harus terima itu, demi keberlangsungan suara merduku yang menyesakkan kuping.
Selang sekitar 1 jam, suaraku kembali, walaupun masih agak sexi gimana gitu.
Dalam jangka waktu 1 jam tadi, aku diketawakan, dengan caraku menyampaikan cerita, menyampaikan jawaban atas pertanyaan mereka yang sengaja bikin aku berpantomim ria. Argh..!!

Hahaha.. Pengalaman yang mengesankan bagiku. Yang penting, sekarang... aku dah bisa ngomong seperti sedia kala. Udah bisa teriak-teriak lagi. Udah bisa ngatain orang lagi.. Hahaha.. Eh enggak dink..
Aku nggak mau itu terulang lagi.. Aku janji bakal menggunakan suaraku dengan sebaik-baiknya.. :)

Mari lanjutkan dengan berbuka puasa...

"MANA INI NASINYAAAA ???"


Seri KKN : Sendirian di Pondokan

Kesepian?
Bosan?
Kangen?

Hahaha.. mungkin banyak yang ngrasain itu kecuali aku. Bosan mungkin iya, karena aku nggak bisa kemana-mana. Motor dipake semua. Kalo jalan kaki pun, aku mau kemana juga nggak tau. Pondokan sub unit sebelah mungkin lagi pada sibuk.
Tapi kalo kesepian? Nggak juga. Aku nggak ngrasa kesepian. Aku juga nggak ngrasa kangen siapa pun yang lagi ada di jogja atau dimanapun. Yaa mungkin hanya orang tua ku. Tapi dengan sms-an aja dah cukup.

Aku suka situasi dimana aku sendirian. Aku suka sendirian. Di belakang pondokan bakar sampah sendirian. Di kamar guling-guling sendirian. Mainan laptop di ruang tengah sendirian. Bersih-bersih pondokan sendirian. Aku suka itu. Kenapa? Ya karena nggak ada yang protes saat aku sendirian. Dan yang terpenting nggak ada yang komentar saat aku sendirian. Aku bisa melakukan semua hal yang aku mau.

Tapi ini KKN. Kalo ngga ada yang dikerjakan, aku merasa seperti sampah yang cuma ngendon di bak sampah. Aku mau melakukan program-programku pun, hanya butuh laptop dan browsing, itu dah cukup. Nggak perlu kesana kemari seperti yang lain. Mungkin aku butuh ke balai desa doank buat programku yang lain. Tapi gak ada motor buat menuju kesana. Dan mungkin ngerjain program yang lain.. wawancara mungkin, tapi panas.

Yaaaah, alhasil saya hanya ngendon di pondokan, ngadep laptop dan guling-gulingan.. Oiya nggak lupa ngeblog buat nyeritain ini, Hahahaha...

Tapi masalahnya akhir-akhir ini aku lagi bad mood. Nah kalo bad mood gini, walaupun banyak temennya, rame, atau apapun suasananya, aku tetep merasa aku nggak berguna dan nggak punya temen. Apalagi kalo kondisinya memungkinkan. Misal dicuekin lah, nggak disapa lah, yaaa berasa forever alone gitu deh..

Huftt.. Sabar yah.. :)

AKU SEKARANG

LAGI KKN 
LAGI KKN
LAGI KKN
LAGI KKN
LAGI KKN
LAGI KKN
LAGI KKN
LAGI KKN
LAGI KKN
LAGI KKN
LAGI KKN
LAGI KKN


AKU LAGI KA KA EN..... KYAAAAAAA~