RSS

Saat aku di Pantai Wediombo, Wonosari.


Saat melepas penat di balik tebing Gunung Kidul.



Di Pantai Wediombo, Wonosari.
Matahari telah lelah menerangi bumi Jogja.
Kini giliran bintang-bintang menyapa.
Dingin menerpa.
Saat-saat yang tepat untuk merindukan matahari.




Tiba saatnya menantang matahari.
Hangatnya menyejukkan badan.
Pasir putih membentang luas.
Udara segar dari dedaunan di sekitarnya.
Deburan ombak mengiringi kekagumanku terhadap Sang Pencipta.

:: restudindakurnia ::

Apa ini? Entahlah..

Kenapa selalu aja inspirasi keluar dari kamar mandi..

Tadi pas mandi tiba-tiba kepikiran bikin naskah teater. WHAT? Teater buat apaan? Entahlah.
Yang pasti aku pingin bikin aja.

Jadi, apa yang akan aku tulis? Tunggu saja nanti.. hahaha...


Agak menjauh dari yg dibahas sebelumnya.
Akhir-akhir ini aku sering menggalau.. eh.. bukan, tapi lebih pendiam, puitis, dan dramatis.
Apapun yang aku pikirkan, aku tulis dengan kata-kata.
Yaaaa karena itu kesukaanku.
Bukan sekedar menceritakan tentang diriku sendiri.
Setidaknya dengan kalimat-kalimatku, aku jadi tahu banyak juga yang senasib denganku.
Tahukah kau, ini yang dinamakan kejayaan seorang Nia.
Saat dimana Nia bisa memanfaatkan kegalauan.. eh.. bukan, tapi memanfaatkan kesendirian, perasaan kalut, dan dilematis menjadi seonggok kalimat bahkan rentetan kata-kata.

Ya beginilah seorang Nia yang sebenarnya.
Itu kenapa aku lebih suka menulis "status facebook" daripada ngomong di depan umum.

Masa-masa klimaks ini hanya akan terjadi sekejap dan hilang tertutup oleh Nia yang lain.
Pikiran yang penuh ilusi. Lalu..? Entahlah.

Aku Suka Seni, tapi...

Aku suka musik, tapi hanya sekedar suka. Aku cuma bisa main suling. Hahaha. Berharap bisa main gitar dan aransemen lagu. Tapi...

Aku suka nggambar, tapi cuma sekedar coret-coret di buku catetan. Dulu suka gambar kartun tapi cuma nyontek dari komik. Sekarang kemampuanku semakin menurun. Nggak bisa selihai dulu. Berharap bisa nglukis wajah dan bikin komik. Tapi...

Aku suka nulis, tapi cuma sekedar nulis cerpen atau komedi kecil-kecilan dari pengalaman pribadi. Dulu aku bisa nulis sampe berjam-jam tanpa henti sampai tamat. Berharap bisa bikin novelku sendiri dan memiliki nama pena. Tapi...

Aku suka berakting. Sering ngaca di kamar cuma buat monolog. Berharap bisa ikut klub teater dan berakting di depan orang banyak. Tapi...

Aku suka baca puisi. Terkait dengan akting, ekspresiku dapet banget pas baca puisi. Bisa bebas teriak dan nangis-nangis tanpa ada yang mengolok-olok. Apalagi kalo tema puisi nya sesuai sama keadaanku. Berharap bisa baca puisi karya sendiri. Tapi...

Aku suka desain grafis, tapi cuma bisa desain pin. Itu aja sederhana banget. Belum sempat belajar lebih. berharap bisa lihai mendesain apapun. Tapi...

Aku suka fotografi, tapi cuma sekedar njepret. Cuma gitu-gitu doank. Semua orang juga bisa. Dan hanya bermodal pocket camera. Berharap bisa motret keren. Tapi...

Aku suka seni. Tapi...

Baiklah. Close enough !

Seperti menusuk ulu hati


Selama aku di Biologi, selalu aja para dosen mengingatkan, "Kalau menemukan hal-hal yang menarik, diamati saja. Siapa tau bisa ditanyakan dan menambah pengetahuan kalian."

:Saat aku kuliah tentang hewan, mereka bilang:

"Coba amati hewan di sekitar kalian, seperti cicak rumah. Cicak rumah tidak cuma satu spesies. Ada perbedaannya masing-masing."

ATAU

"Saat kalian jalan-jalan ke pantai dan makan seafood, sekalian aja mengamati, ini kepiting jantan atau betina.."

:Saat aku kuliah tentang tumbuhan, mereka bilang:

"Misalnya pas kalian berdua dengan pacar kalian (maaf pak, saya belum punya pacar -red), dan memberikan bunga mawar, sekalian aja dijelasin, yang ini mahkota, duri ini adalah..."

ATAU

"Pasti kalian punya beberapa tanaman di rumah, coba amati duduk daun masing-masing. Dan apakah daunnya merupakan daun tunggal atau majemuk."


Ini menyenangkan bagiku (oh ya??). Seperti laboratorium ada di sekitarku. Semua sudut dunia ini adalah tempat belajarku. Benar kulakukan itu semua. Aku sedikit demi sedikit tau. Tapi apa yang dipikirkan orang-orang terdekatku (yg jelas mereka bukan orang biologi -red) ???

:: nia tu orang autis ternyata ::

=_________=

Pilih Novel atau Makan ??



Beberapa bulan yang lalu aku jalan-jalan sama temenku, Qia, ke Toga mas, tempat dimana uangku bisa cepat habis kalo berlama-lama disitu.
Pertama kali aku lihat buku karangan Tere Liye. Aku pertamanya pingin beli yang "Daun yang jatuh tak pernah membenci angin". Tapi pandanganku teralihkan ke judul sebelahnya: "Moga bunda disayang Allah". Dan akhirnya aku beli. Rp 35.000 lenyap. "Daun yang jatuh tak pernah membenci angin"-nya kapan-kapan aja deh.

Seminggu yang lalu, aku ke Togamas lagi dan aku kepincut sama buku "Rembulan tenggelam di wajahmu" karya Tere Liye lagi. Tapi harganya Rp 51.000 dan aku hanya membawa uang 50 ribu. Kalopun aku membelinya dengan pinjem duit temen seribu, nanti aku makan apa??

Walaupun aku anak rumahan, aku tetep harus pandai me-manage uang sedemikian rupa. Jatah uang 1 minggu 50 ribu, ya harus segitu. Kalo minta nambah, itu namanya gak berbakti. Kecuali ada hal urgent yang berhubungan dengan akademis, barulah dapet tambahan.
Gawatnya kalo aku kepincut sama buku yang sliweran di mataku, bisa-bisa nggak makan seminggu deh. Untung aja yang ini nggak jadi beli.. Uang masih utuh yeah.. (tapi tetep beli novel yang lebih murah dan obralan, hahaha, nggak jadi utuh deh..)

Nah, tadi, aku jalan-jalan ke "shopping". Shopping di sini maksudnya bukan shopping = belanja, tapi tempat jualan buku murah dan macem-macem. Gedenya mirip kayak rumah susun mini (cuma 2 tingkat). Entah kenapa dinamakan shopping, aku juga nggak tau asal-usulnya. Yang jelas kalo di Jogja, ke shopping itu artinya ke tempat jualan buku. Hahahaa..
Di tempat ini juga nih, uangku selalu saja lenyap "dimakan" buku. Niatnya tadi cuma mau beli buku FILSAFAT titipan temenku. Yaaa emang beli buku filsafat sih, tapi pada akhirnya pas mau pulang, mata mampir dulu tu ke buku Tere Liye yang pernah aku taksir (Rembulan tenggelam di wajahmu).

Aku tanya deh, "Mas, berapaan ini?"
"Ini 60.000, diskon 30% jadi 42.000."
WAOOOWWW... !! Jauh lebih murah daripada yg dulu. Iseng-iseng nawar ah, siapa tau bisa lebih murah. Hehehehh..
"35 deh mas..."
"Wah mbak nggak bisa mbak, udah pas itu. Di gramed aja paling banter cuma diskon 15%... bla bla bla.. jadi bisanya tetep 42 ribu, mbak. Saestu itu dah murah banget."
"Yaaahh mas... bermurah hatilah sama diriku ini mas.. Daripada aku ntar bunuh diri lho mas."
"Ya udah lah, buat mbaknya 40 ribu aja. Dua ribunya bisa buat beli es teh atau bayar parkir."
=______=

Setelah berpikir panjang, akhirnya aku beli deh... T^T
Alhasil, uang yang tadi masih 45.000, sekarang ludes jadi tinggal 5.000. Buat parkir 1.000 jadi tinggal 4.000. Hakdyessss!!!

Sekarang aku mikir-mikir, besok mau makan siang pake apa. Kayaknya aku bsk puasa aja deh.

Sekian cerita ku, walau agak lebai, kurang lebih seperti itu cuplikannya.
HAHAHA...

Sekarang aku dah punya ebook "Hafalan Sholat Delisa", "Bidadari-Bidadari Surga", dan beberapa novel Tere Liye yang emang sengaja nggak aku beli (karena berbau romantis --kayaknya--). Entah kenapa aku nggak suka novel romantis --bikin iri sih--
Walau begitu, aku tetep pingin ngoleksi semuanyaaaa (dies)

Sasaran buku selanjutnya apa ya??? Yang nggak berbau romantis atau cinta-cintaan atau apapun yang bikin ngiri. Aku lebih suka buku yang "keren" penuh makna hidup.

TIDAK !!! Belajar yang rajin dulu, dapet beasiswa, barulah boleh beli buku lagi !!!
(masa iya gitu?? hahaha..)

Note:
Aku udah menghabiskan banyak uang untuk beli novel, besok aku harus menghasilkan uang dari bikin novel.. Amin..

Sebut Aku.... em.ow.el.i.en


Kamilah pasukan kedamaian. Hahaha.
Bo'ong banget!!

Kami punya komitmen "frindship forever". Persahabatan kami dimulai beberapa bulan yang lalu. Pertemuan kami berawal dari ketidaksengajaan. Kami anak-anak yang punya komitmen sama untuk melengkapi satu sama lain. Memiliki sifat yang berbeda-beda adalah senjata kami untuk menguatkan persahabatan kami. Senang-senang-senang.

Sesuatu yang biasanya dilakukan atau biasa disebut "hobi" kami kurang lebih sama yaitu, ngebolang, cerita-cerita, dan nguliner. Salah satu dari kami, akan bercerita tentang dirinya.


Aku anak basket, keren, dan dikagumi banyak cewek. Aku dikenal supel diantara para pemain basket lainnya. Kata temen-temen, aku cowok banget. Gimana nggak bangga gitu.
Akhir-akhir ini aku bersahabat dengan beberapa orang yang bisa dibilang berbeda jauh dengan aku. Ya, memang mereka berbeda satu sama lain.
Yang paling aku suka dengan kegiatan kami adalah makan-makan. Yang paling nggak ku suka adalah jalan-jalan. Panas-panas bikin aku gosong. Untung aja lapangan basket di sekolahku indoor. Jadi aku nggak perlu melindungi tubuhku dari panas.
Saat aku bermain dengan para sahabat baruku ini, aku sering menghindar dari "fans-fans" yang sering meneriaki namaku di lapangan basket. Aku kadang malu, karena di lingkungan sahabat baruku inilah sifat asliku bisa muncul bebas. AKu tak perlu berakting menjadi orang keren lagi.
Beberapa hari yang lalu, aku berkunjung di rumah salah satu sahabatku. Di rumah ini aku disuguhi makanan yang namanya MOLEN. Molen isi pisang ini awalnya membuatku ragu untuk memakannya. Aku sebelumnya belum pernah makan ini. Saat semuanya telah makan, aku dengan basa-basi mulai mengambil satu molen dan akhirnya ku masukkan ke dalam mulutku. Rasanyaaaaa... Hemmmm... ENAAAAK...~ Beberapa menit saja, satu piring penuh molen, aku habiskan dengan tampang inosenku. Ini menyenangkan.. Hahaha.
Selepas itu, aku jadi menyukai molen. Molen apapun itu. Molen pisang, molen nanas, molen singkong, molen apalah itu, aku sukaa. Saat truk gilingan semen lewat pun, aku memandanginya dan membayanginya sebagai MOLEN RAKSASA. Wuaooww.. \(0_0)/
Tapi aku nggak berani bersikap aneh seperti itu di hadapan fans-fansku. Mau di kemanain ke"keren"anku ini... Hahahaha... Yaa, aku hanya bisa bersikap seasli mungkin di hadapan sahabat-sahabatku. Tanpa mereka aku mungkin tak bisa menyebut diriku sebagai RAJA MOLEN.

:: mister molen ::

I hate IT

:: muka inosen ::

salah satu hal yang aku BENCI adalah...



ketika aku ada IDE TOP MARKOTOP buat ditulis ke BLOG

dan saat itu juga aku GAK SEMPET buka lepi buat NGENET atau NGETIK

dan GAK SEMPET nulis DI MANA PUN

karena saat itu sedang SENDIRIAN hanya ada BADAN dan JIWA dan PIKIRAN dan PAKAIAN..



dan



beberapa saat sesudahnya aku sudah berada di depan lepi untuk mencurahkan SEMUANYA...



yang terjadi adalah...




AKU LUPA !!!!




GRRRRRR~



:: dan ini yang terjadi saat ini ::

I want to Laugh, I want to Cry, I can't to be Angry


Mungkin sebagian orang menganggap tangisan adalah hal yang paling kekanak-kanakan yang pernah ada. Tapi aku tak masuk dalam sebagian orang itu.
Sebagai salah satu orang cengeng di dunia ini (yang mungkin hanya minoritas), aku cuma ngerasa gak adil.

Pasti semua tau, marah dan nangis itu sama-sama ekspresi emosi yang muncul dari dalam diri. Tapi entah kenapa, orang yang pemarah itu lebih disegani daripada yang cengeng. Kadang cengeng malah dianggap childish, gak dewasa, cemen, dan selalu dianggap gak penting.

Sekedar curhat sih ini, taukah kamu, sebagai orang cengeng, aku termasuk orang yang sulit mengungkapkan perasaan. Lain dengan yang pemarah, dia bisa langsung dengan bebasnya marah di tempat manapun sesukanya, bahkan ke siapa saja. Namun, untuk orang seperti aku, sulit dalam mengungkapkan kemarahan, sebel, gak nyaman, dan benci. Air mata biasanya bisa keluar kalo perasaan gak nyaman udah terlalu banyak menumpuk.

Dan lagi, biasanya anak cengeng ini tak dapat diketahui secara langsung kalo dia cengeng. Tangisannya akan keluar ke orang-orang yang telah dianggap orang terdekat dengannya. Sifat yang menutupi kecengengannya, biasanya adalah keceriaan yang over. Itu dilakukan untuk menutupi kekurangannya. Ya, karena orang cengeng selalu dianggap "nothing", maka orang cengeng selalu berusaha menutupinya. Lain halnya kalo orang-orang dah tau bahwa dia adalah orang cengeng, pasti dia akan menjadi lebih murung dari biasanya, dan kemungkinan itu adalah sifat aslinya.

Itu sih yang aku rasakan, sulit menjadi diri yang telah diciptakan seperti ini. Serba salah.
Selalu berusaha menyembunyikan, namun selalu dilecehkan.

Hei kamu yang mungkin tercipta dengan sifat dasar seperti ini, apa kamu juga ngrasain hal yang sama? Atau hanya aku saja yg ngrasa seperti ini??

Memberi Lonceng Pada Kucing


cerita ini saya cuplik dari www.ceritakecil.com

---berharap mendapatkan hikmah dari cerita ini---


Suatu hari tikus-tikus berkumpul untuk berdiskusi dan memutuskan untuk membuat rencana yang akan membebaskan mereka selama-lamanya dari musuh mereka, yaitu kucing. Mereka berharap paling tidak mereka akan menemukan cara agar tahu kapan kucing tersebut akan datang, sehingga mereka mempunyai waktu untuk lari. Karena selama ini mereka terus hidup dalam ketakutan pada cakar kucing tersebut dan mereka terkadang sangat takut untuk keluar dari sarangnya di siang hari maupun malam hari.

Banyak rencana yang telah didiskusikan, tetapi tak ada satupun dari rencana tersebut yang mereka rasa cukup bagus. Akhirnya seekor tikus yang masih muda bangkit berdiri dan berkata:

Tikus sedang berdiskusi

"Saya mempunyai rencana yang mungkin terlihat sangat sederhana, tetapi saya bisa menjamin bahwa rencana ini akan berhasil. Yang perlu kita lakukan hanyalah menggantungkan sebuah lonceng pada leher kucing itu. Ketika kita mendengar lonceng berbunyi, kita bisa langsung tahu bahwa musuh kita telah datang."

Semua tikus yang mendengar rencana tersebut terkejut karena mereka tidak pernah memikirkan rencana tersebut sebelumnya. Mereka kemudian bergembira karena merasa rencana itu sangat bagus, tetapi di tengah-tengah kegembiraan mereka, seekor tikus yang lebih tua maju ke depan dan berkata:

"Saya mengatakan bahwa rencana dari tikus muda itu sangatlah bagus. Tetapi saya akan memberikan satu pertanyaan: Siapa yang akan mengalungkan lonceng pada kucing tersebut?"


Kadang kala, berbicara dan melakukan sesuatu adalah hal yang berbeda.

Bunga Sakura??

(Bunga Sakura)

Dari judul ini pasti langsung teringat Jepang kan??
Nah, sekarang aku pingin sharing tentang bunga Sakura ini. Sekaligus sharing kebingunganku tentang siklus bunga unik berwarna pink ini.
Tadi, aku kuliah tentang tumbuhan, dan membahas sedikit bunga Sakura.
Sakura ini berbunga saat musim semi kan? Yang suka film atau anime Jepang pasti tau betul. Dan kalo diliat-liat, bunga Sakura bermekaran tanpa ada daunnya, ya kan? (sepenglihatanku sih seperti itu :P)
Ternyata munculnya bunga dan daun Sakura ini tidak pernah bersamaan. Saat musim dingin, pohon Sakura akan terlihat 'plontos' tanpa daun dan bunga. Dan saat musim semi, bunga mulai bermekaran (hanami). Saat inilah orang-orang pada piknik di bawah pohon Sakura dihiasi bunga-bunga pink yang indah. Hohoho.. Trus habis musim semi selesai, tibalah musim panas, bunga Sakura gugur dan tumbuh kuncup daun untuk menggantikannya. Di musim panas, yang ada adalah daun Sakura tumbuh lebat menghiasi tangkai-tangkainya. Selanjutnya musim berganti menjadi musim gugur, daun berguguran, jalan-jalan dihiasi daun yang menguning... dan pada akhirnya kembali ke musim dingin, pohon jadi 'plontos' lagi.. :D

Keren yaa??

Ehmm.. itu sih sepenangkapku dari kuliah tadi, kalo keliru ya maap. Yang jelas, di tiap musimnya, Sakura ini sangat menyesuaikan keadaan. Bukan hanya Sakura, semua tumbuhan juga punya tipe beradaptasinya sendiri-sendiri :)

My Plain Day

Aku yang biasanya gregetan pingin nulis di blog tapi gak bisa gara-gara gak ada waktu, nah ini sekarang aku lagi banyak waktu luang tapi bingung mau nulis apa..
Entah hanya perasaan ku aja atau memang seperti ini, rasanya seharian tadi seperti kurang garam dan merica, bahkan kurang gula. Datar-datar aja.
Gak bergejolak seperti biasanya. Gak hepi, gak sedih, gak galau juga. Kayaknya seharian tadi bener-bener berbeda dan ini jarang terjadi dalam hidupku. Mungkin ini gara-gara aku langsung pulang sehabis kuliah. Biasanya kan nongrong-nongkrong dulu di kampus sampe malem.
Dan entah kenapa juga aku senang dengan keadaan seperti ini. Agak bosan dengan yang bergejolak, seharian aja merasakan hari yang "flat" gak ada salahnya kan. Hohoho...

:)

Kingdom of Dream (2)


Akhir2 ini aku sedang terbuai dengan seni fotografi. Ketika aku memandangi sebuah foto di internet melalui laptop, ya memang hanya sebuah foto rumah yang sederhana. Tapi entah ada apa dengan foto itu, rasanya kok kayak ada yang menarikku dari dalam foto itu. Secara tak sadar, aku memandang tajam foto itu, dan WUSSSHH.. dalam sekedipan mata, aku seperti berpindah ke dalam tempat di mana foto itu dipotret, dengan suasana mendung, persis seperti foto itu.
Selama aku mengartikan ini semua, aku membaca suasana yang ada, dan mengarahkan pandanganku ke sekitarku. Dingin. Oh, tidak, ini sejuk. Tanpa pikir panjang, aku berlari ke arah kanan, yang kurasa itu adalah barat. Dari kejauhan, emm.. seperti jurang. Penasaranku semakin tinggi. Kudekati "jurang" itu dengan langkah pelan. Sesampai di tepi "jurang" aku terperangah.
"WAOOWWW...!!"
Ini pemandangan yang indah... Bukan hanya indah, tapi KEREN. Suasana sejuk, pegunungan yang terhempas luas, dengan pepohonan yang sangat rapat, seperti hamparan karpet hijau empuk, dengan beratapkan langit mendung namun cerah. Ya, memang sulit mendeskripsikannya. Tapi memang seperti itu rasanya. Emm.. sepertinya ini cukup untuk mengagumi keindahan alam ini, sekarang saatnya mencari seseorang. Masa iya, aku cuma sendirian di sini. Toh di tempat tadi kan ada rumah.
Aku kembali ke rumah tadi, dan entah sejak kapan, di depan rumah ada semacam pesta BBQ. Ramai dengan remaja-remaja seusiaku. Aku hampiri mereka, dan anehnya mereka merasa mengenalku, dan begitu sebaliknya. Mereka mirip teman-temanku saat SMP. Ini sangat menyenangkan. Kami bernyanyi bersama-sama dengan suasana pegunungan yang sejuk. Menari-nari bersama, dan beberapa memanggang daging. Kesenangan itu membuatku lelah.
Dengan sendirinya, aku masuk rumah sederhana tadi sementara yang lain masih bersenang-senang di luar. Aku melihat sofa di ruang depan, yaaaa anggap saja seperti ruang tamu. Kelelahan ini mengantarkanku untuk tidur sejenak di sofa itu. Sebelum aku terlelap, aku merasa ada yang lupa. Oiya, aku lupa pamit ke teman-teman yang di luar tadi untuk ijin tidur dulu. Seketika aku buka mata, entah kenapa aku sudah berada di kamarku. Ya, di kamarku yang sebenarnya, dengan laptop menyala. Dan anehnya lagi, badan dan kakiku merasa sangat lelah. Apa-apaan ini, aku belum selesai menikmatinya, kenapa sudah kembali di kamar lagi?? Arrghh !!!

. . .

WAOOWW... Hasil Jepretanku ada di National Geographic

Tak ku sangka hasil jepretanku diminati sama si pembuat berita. Iseng-iseng aku aplod foto di komunitas fotografi National Geographic. Padahal foto nya sih biasa aja, semua orang kyknya jg bisa bikin foto kyk gitu. Cuma modal pocket camera.
Hehehe...

Awalnya aku tu jalan-jalan di Pantai Baron sama temen-temenku, terus aku naik ke bukitnya. Aku lihat, pemandangannya keren banget, dan akhirnya aku potret deh. Berhubung aku punya akun di National Geographic, aku aplod deh, iseng gitu lahh.. Dan ternyata dilirik juga buat mewakili gambar Pantai Baron di berita yg dibuat Mbak Gloria (si pembuat berita).

Mau tau lebih jelas, fotonya yang mana? Check this out here

Biasa aja kan?? :)

-pending dulu-

sebenernya aku punya banyak cerita yang bisa ku tuliskan di sini,
tapi saya sedang tak berniat,
jadi mohon maaf yaa... :(

SEDANG MUMET GILAA~

Suka Jalan-Jalan

AT PLAWANGAN - GOA JEPANG - KALIURANG

^mendung di atas plawangan menuju goa jepang^

^apa sih yang aku tunjuk itu ya??? lupa^

^terima kasih atas kunjungan anda^

Baru kali ini saya berada di atas plawangan turun dari goa jepang dalam keadaan hujan.. :D