Pingin nulis sesuatu yang bisa jadi buku.
Cerpen misalnya, atau novel gitu.
Tapi aku paling nggak mood kalo disuruh ngadep lepi berjam-jam dengan kegiatan yang monoton.
Trus aku juga paling gak betah suruh nulis tangan lama-lama.
Seandainya ada alat yang bisa nulis sendiri, sementara aku cuma ngomong doank. Hahaha...
Ada usul kah?
*kayaknya gak bakal ada deh*
*nohope*
NGGAK ADA HARI SIAL.. OKE??
Ini tulisan
Restu Dinda Kurnia
on Senin, Oktober 08, 2012
Kategori
curhat,
jalan-jalan,
pengalaman
/
Comments: (1)
Kemarin... Huhuhu.. (belom mulai dah nangis duluan)
Aku survei lapangan sama temen-temenku. Serombongan gitu. Motor-motoran gitu.
Awal berangkat dari kampus, semua baik-baik saja.
Namun semua berubah setelah negara api menyerang. BUKAAAAN !!!
Semua berubah dari baik-baik saja menjadi super duper "baik" untuk jadi pengalaman. T_T
Aku berangkat ke lapangan diboncengin sama Bulan (temenku yang kalo naik motor sangat dahsyat).
Sepertiga perjalanan terakhir tu jalannya subhanallah banget. Ya naik, ya turun, ya cekungan, ya cembungan. Udah gitu, habis ujan dan licin. Kesalahan teknis saat menuruni jalan turunan dan 'gronjal-gronjal'. Akhirnya motor jatuh, sekaligus penumpangnya, dan motor belakangku jatuh juga, dan belakangnya lagi jatuh juga.
Waow banget deh. Tambah waow lagi, dari sekian yang jatuh, yang luka-luka cuma aku.
Dah kelar mberesin para luka-luka yang ada di kaki ku, sekarang menuju ke tempat tujuan.
Tujuan datang ke lapangan ini adalah survei buat tracking. Otomatis harus jalan. Yaaah, tak apa-apa lah, walaupun badan sakit-sakit, survei tetap jalan. Padahal jalan tracking itu nggak seperti yang dibayangkan. Naik turun batu, merosot ke bawah, nyebrang sungai, kanan jurang kiri tebing, dll. Dan ditambah, luka-luka ini semakin tidak mau diajak kompromi.
Belum sampai di situ, pas menemukan kamar mandi, aku sempet ke kamar mandi dulu. Dan ternyata aku 'dapet' hari pertama. Untung bawa 'itu'. Hahahaha -_-
Selanjutnya, aku tracking lagi. Bagi cewek-cewek, pasti tau gimana rasanya 'hari pertama'. Waow banget...
Setengah perjalanan telah dilalui. Tapi, tiba-tiba cuaca nggak bersahabat. CTER!! GLUDUK!!
.
.
BRESSSSS~
.
.
.
-_-
Demi apa ini harus terjadi T_T
Dan bodohnya, kami nggak bawa jas hujan. Huwooooo~
Akhirnya hujan-hujan.
Pas menemukan seonggok pohon pisang dengan daun-daunnya yang bergelayutan, rasanya seperti...
"ADA PAYUUUUUNG !!!"
Yang kurasakan:
-perih (luka)
-kram perut ('dapet')
-basah (ujan)
-pegel (bawa daun pisang)
-dan laper...
Udah gitu, hape pake ketinggalan di kampus, dan aku harus rela nggak megang hape selama 2 malam 1 hari.
Tapi, nggak ada hari sial. Yang ada hanyalah pengalaman. :) #plakk!
Aku survei lapangan sama temen-temenku. Serombongan gitu. Motor-motoran gitu.
Awal berangkat dari kampus, semua baik-baik saja.
Namun semua berubah setelah negara api menyerang. BUKAAAAN !!!
Semua berubah dari baik-baik saja menjadi super duper "baik" untuk jadi pengalaman. T_T
Aku berangkat ke lapangan diboncengin sama Bulan (temenku yang kalo naik motor sangat dahsyat).
Sepertiga perjalanan terakhir tu jalannya subhanallah banget. Ya naik, ya turun, ya cekungan, ya cembungan. Udah gitu, habis ujan dan licin. Kesalahan teknis saat menuruni jalan turunan dan 'gronjal-gronjal'. Akhirnya motor jatuh, sekaligus penumpangnya, dan motor belakangku jatuh juga, dan belakangnya lagi jatuh juga.
Waow banget deh. Tambah waow lagi, dari sekian yang jatuh, yang luka-luka cuma aku.
Dah kelar mberesin para luka-luka yang ada di kaki ku, sekarang menuju ke tempat tujuan.
Tujuan datang ke lapangan ini adalah survei buat tracking. Otomatis harus jalan. Yaaah, tak apa-apa lah, walaupun badan sakit-sakit, survei tetap jalan. Padahal jalan tracking itu nggak seperti yang dibayangkan. Naik turun batu, merosot ke bawah, nyebrang sungai, kanan jurang kiri tebing, dll. Dan ditambah, luka-luka ini semakin tidak mau diajak kompromi.
Belum sampai di situ, pas menemukan kamar mandi, aku sempet ke kamar mandi dulu. Dan ternyata aku 'dapet' hari pertama. Untung bawa 'itu'. Hahahaha -_-
Selanjutnya, aku tracking lagi. Bagi cewek-cewek, pasti tau gimana rasanya 'hari pertama'. Waow banget...
Setengah perjalanan telah dilalui. Tapi, tiba-tiba cuaca nggak bersahabat. CTER!! GLUDUK!!
.
.
BRESSSSS~
.
.
.
-_-
Demi apa ini harus terjadi T_T
Dan bodohnya, kami nggak bawa jas hujan. Huwooooo~
Akhirnya hujan-hujan.
Pas menemukan seonggok pohon pisang dengan daun-daunnya yang bergelayutan, rasanya seperti...
"ADA PAYUUUUUNG !!!"
Yang kurasakan:
-perih (luka)
-kram perut ('dapet')
-basah (ujan)
-pegel (bawa daun pisang)
-dan laper...
Udah gitu, hape pake ketinggalan di kampus, dan aku harus rela nggak megang hape selama 2 malam 1 hari.
Tapi, nggak ada hari sial. Yang ada hanyalah pengalaman. :) #plakk!
Angguk-Angguk
"Selain karena jadwalnya nggak tabrakan sama makul lain, kenapa kalian mengambil makul ini?"
Pertanyaan itu biasa ditanyakan sama dosen, apalagi pas awal semester.
Jawabannya sangat sulit ditemukan, apalagi mahasiswanya kayak aku gini.
Aku mengambil matakuliah tertentu hanya untuk memetik sedikit ilmu yang ada di dalamnya. Misal ada 10 bab, aku hanya tertarik di salah satu bab nya saja. Parahnya, pas tiba-tiba ditanya tentang bab yang lain, aku hanya celingukan sebego-bego nya. Aku nggak ngerti. Sementara temen-temenku kayaknya kok lancar gitu jawabnya. Ini aku yang keterlaluan bego-nya atau mereka yang keterlaluan pinternya?
"Kenapa kamu nggak bisa jawab?"
"Apa salahnya, Bu? Toh saya ambil makul ini, karena saya nggak ngerti dan ingin ngerti."
Akhirnya aku temukan jawabannya... Hahaha...
Selanjutnya, saat kuliah berlangsung, aku sering merasakan sedikit demi sedikit (tapi pasti) badan dan otak jadi tak kondusif lagi (baca: ngantuk). Apalagi saat posisi dudukku di paling depan dan tepat di depan dosen. Respon atas semua kuliah saat itu hanyalah 'angguk-angguk'. Padahal nggak ngerti sama sekali. Hal itu hanya untuk memberi kesan 'ngerti' buat si dosen.
Lebih-lebih kalau jam kuliah yang seharusnya udah selesai, tapi si dosen masih aja asik menjelaskan. Dalam hati jengkel banget, tapi kepala tetep aja 'angguk-angguk'.
Aku dan Kepalaku
Ini tulisan
Restu Dinda Kurnia
on Sabtu, September 29, 2012
Kategori
curhat,
pengalaman
/
Comments: (2)
Salah satu yang penting dari tubuh kita adalah kepala. Kenapa? Ya karena di dalamnya ada otak.
Dan apa kau tau betapa bodoh dan cerobohnya diriku, saat seharusnya kepala dilindungi, malah jadi rawan "bencana".
Akan ku ceritakan beberapa kisah tentang Aku dan Kepalaku.
Pertama, saat itu aku berumur sekitar 8 tahun. Aku adalah satu-satunya anak cewek yang bisa bebas main. Jelas bisa ditebak, semua temen mainku adalah cowok. Kami suka mainan perang-perangan. Berhubung aku cewek sendiri, aku selalu ditempatkan di "dapur umum". Saat aku menyiapkan "logistik" untuk para "prajurit", entah kenapa tempat "bertarung" mereka jadi mengarah ke daerahku. Padahal, mereka sedang bermain pedang-pedangan menggunakan besi (aku lupa mereka dapet besi dari mana). Pas aku lengah, ujung batang besi itu mengenai kepalaku, tepat di ubun-ubun. Darah pun berceceran. Aku lari pulang, dan aku "selamat".
Kedua, saat itu aku masih sekolah. Ini terjadi saat aku mau mengambil bolpenku (atau apalah) yang jatuh ke bawah meja. Seperti hal yang biasa terjadi padaku, kepalaku selalu kejedot tepi meja. Itu terjadi berulang-ulang selama aku masih sekolah menggunakan meja (tapi kalau ada barang jatuh).
Ketiga, saat itu aku kelas 1 SMA. Pertama kalinya aku latihan naik motor. Aku sudah merasa mahir. Dengan pede aku mengendarai motorku keliling kampung. Putaran pertama, aman. Putaran kedua, cukup mulus, sebelum ada becak yang jalan pelan-pelan di depanku. Padahal di depan adalah belokan masuk kampung. Aku harus lewat situ, tapi becak ini menyebalkan. Kalau ditunggu, bakal lama banget, kalau disalip, aku bakal kebablasan. Akhirnya dengan nekat aku nyalip becak itu dan BUAGGHH!! Nabrak tembok. Di bagian jidat kananku ada darah keluar, berceceran, sampai aku bisa melihat kubangan darah di sekitarku. Tapi aku selamat lagi. Alhamdulillah. Hanya arteri putus dan perlu dijahit empat. Tiga di luar, satu di dalam.
Keempat, tidur dan kepala terbanting ke tembok, itu sudah biasa. Cuma bikin pusing dan benjot.
Kelima, ini terjadi baru setahun yang lalu. Entah bego atau gimana, aku pingsan dan kepalaku kebentur pojokan lemari. Padahal di samping lemari ada kasur. Aku udah biasa pingsan, saking biasanya, aku bisa tau gimana ciri-ciri mau pingsan. Aku udah tau saat itu aku mau pingsan, dan tujuanku itu biar aku bisa pingsan tepat di kasur. Tapi mungkin saking geolnya, aku jadi salah sasaran. Gara-gara kepentok lemari, aku nggak jadi pingsan. Lha gimana, jatuhnya karena pingsan, tapi kepentok lemari, ya jadi sadar lagi donk. Walaupun aku perlu jongkok sejenak buat memulihkan kesadaranku. Aku amati sekitar yang agak buyar, aku amati lemari yang kegeser 5 cm gara-gara kepalaku, dan aku mendapati juga tetesan darah di depanku. Benar saja, di jidatku ada aliran darah, dan benjol dua. Hahaha. Lucu deh bentuknya.
Banyak kayaknya, tapi aku lupa, yang aku ingat cuma itu.
Dengan ini, aku semakin bersyukur. Inilah sebabnya tulang kepala yang melindungi otak ini sangat keras. Hal ini sangat bermanfaat bagiku yang kepalanya --entah kenapa-- sering kebentur-bentur.
Kata temenku setelah aku cerita tentang ini:
"Neey, priksa ke dokter sana. Siapa tau ada yang salah di otakmu, yang bikin kamu pikun gini."
Aku sih nggak berpikir, kalau aku jadi pikun gara-gara kebentur. Tapi apa iya ya?
NB : ronsen kepala tu mahal tauk!
Dan apa kau tau betapa bodoh dan cerobohnya diriku, saat seharusnya kepala dilindungi, malah jadi rawan "bencana".
Akan ku ceritakan beberapa kisah tentang Aku dan Kepalaku.
Pertama, saat itu aku berumur sekitar 8 tahun. Aku adalah satu-satunya anak cewek yang bisa bebas main. Jelas bisa ditebak, semua temen mainku adalah cowok. Kami suka mainan perang-perangan. Berhubung aku cewek sendiri, aku selalu ditempatkan di "dapur umum". Saat aku menyiapkan "logistik" untuk para "prajurit", entah kenapa tempat "bertarung" mereka jadi mengarah ke daerahku. Padahal, mereka sedang bermain pedang-pedangan menggunakan besi (aku lupa mereka dapet besi dari mana). Pas aku lengah, ujung batang besi itu mengenai kepalaku, tepat di ubun-ubun. Darah pun berceceran. Aku lari pulang, dan aku "selamat".
Kedua, saat itu aku masih sekolah. Ini terjadi saat aku mau mengambil bolpenku (atau apalah) yang jatuh ke bawah meja. Seperti hal yang biasa terjadi padaku, kepalaku selalu kejedot tepi meja. Itu terjadi berulang-ulang selama aku masih sekolah menggunakan meja (tapi kalau ada barang jatuh).
Ketiga, saat itu aku kelas 1 SMA. Pertama kalinya aku latihan naik motor. Aku sudah merasa mahir. Dengan pede aku mengendarai motorku keliling kampung. Putaran pertama, aman. Putaran kedua, cukup mulus, sebelum ada becak yang jalan pelan-pelan di depanku. Padahal di depan adalah belokan masuk kampung. Aku harus lewat situ, tapi becak ini menyebalkan. Kalau ditunggu, bakal lama banget, kalau disalip, aku bakal kebablasan. Akhirnya dengan nekat aku nyalip becak itu dan BUAGGHH!! Nabrak tembok. Di bagian jidat kananku ada darah keluar, berceceran, sampai aku bisa melihat kubangan darah di sekitarku. Tapi aku selamat lagi. Alhamdulillah. Hanya arteri putus dan perlu dijahit empat. Tiga di luar, satu di dalam.
Keempat, tidur dan kepala terbanting ke tembok, itu sudah biasa. Cuma bikin pusing dan benjot.
Kelima, ini terjadi baru setahun yang lalu. Entah bego atau gimana, aku pingsan dan kepalaku kebentur pojokan lemari. Padahal di samping lemari ada kasur. Aku udah biasa pingsan, saking biasanya, aku bisa tau gimana ciri-ciri mau pingsan. Aku udah tau saat itu aku mau pingsan, dan tujuanku itu biar aku bisa pingsan tepat di kasur. Tapi mungkin saking geolnya, aku jadi salah sasaran. Gara-gara kepentok lemari, aku nggak jadi pingsan. Lha gimana, jatuhnya karena pingsan, tapi kepentok lemari, ya jadi sadar lagi donk. Walaupun aku perlu jongkok sejenak buat memulihkan kesadaranku. Aku amati sekitar yang agak buyar, aku amati lemari yang kegeser 5 cm gara-gara kepalaku, dan aku mendapati juga tetesan darah di depanku. Benar saja, di jidatku ada aliran darah, dan benjol dua. Hahaha. Lucu deh bentuknya.
Banyak kayaknya, tapi aku lupa, yang aku ingat cuma itu.
Dengan ini, aku semakin bersyukur. Inilah sebabnya tulang kepala yang melindungi otak ini sangat keras. Hal ini sangat bermanfaat bagiku yang kepalanya --entah kenapa-- sering kebentur-bentur.
Kata temenku setelah aku cerita tentang ini:
"Neey, priksa ke dokter sana. Siapa tau ada yang salah di otakmu, yang bikin kamu pikun gini."
Aku sih nggak berpikir, kalau aku jadi pikun gara-gara kebentur. Tapi apa iya ya?
NB : ronsen kepala tu mahal tauk!
Perlu dilupakan, tapi..
Perlu dilupakan, tapi apa salahnya diinget sejenak buat bahan hiburan.. hahaha...
Aku puber terlalu telat dibandingkan temen2ku, dan aku mengenal yang namanya cinta itu baru SMA kelas 1. Itu aja masih nggak ngerti harus gimana dan perasaan yang seperti itu tu apa artinya.
Wakakakak...
Rada cupu, rada aneh, dan lumayan bego kalo cerita tentang masa-masa sekolahku.
Di SMP, aku super duper cupu. Bahkan temen-temenku menganggapku sebagai indikator. Indikator apa coba? Ya indikator gosip.
Kalo aku udah tau tentang suatu gosip di sekolah, berati semua murid sekolah udah tau gosip itu.
Parah banget deh. Udah cupu, kuper pula.
SMP itu saat-saat dimana aku nggak mau main sama cowok. Temen-temen akrab ku cuma cewek-cewek. Jadi, wajar donk kalo aku nggak begitu kenal sama temen-temen cowok, walaupun itu sekelas. Hohoho..
Nah, SMA itu saat di mana aku dah mulai bisa akrab sama cowok. Dan mulai bisa suka sama cowok.
Geli gimana gitu kalo diinget-inget. Bahkan yang aku suka pun entah kenapa nggak terlalu cakep. Lupakan!
Kalian pasti punya kenangan masing-masing dengan mantan-mantan kalian. Tapi aku masih tergolong cupu masalah itu. Walau begitu, aku punya kenangan juga donk. Tentang cowok nih. Bukan sembarang cowok, tapi temen cowok yang bisa mengubahku dari diriku yang dulu sampai jadi kayak sekarang.
Ada cowok yang bisa-bisanya bikin aku jadi ngedownload banyak lagu rock apa gitu, ya semacam MRC atau Muse gitu. (itu rock apa bukan sih?) Padahal aku sama sekali nggak kenal lagu kayak gitu sebelum kenal cowok satu ini. Penasaran aja, apa bagusnya gitu. Lagu-lagu ku sebelumnya adalah sountrack anime jepang gitu. Sesaat kemudian jadi berubah jadi jdar jder nih isi winamp ku.
Ada juga cowok yang bikin aku bisa sering banget dateng ke Jfest, dan "melahap" komik secara cepat. Tapi itu nggak bertahan lama, karena acara jfest berikutnya aku nggak sama cowok ini lagi, tapi sama temen cewek.
Ada juga cowok yang bikin aku tau betapa cowok itu segitunya kalo udah cinta sama cewek. Dan yang jelas, cewek yang dimaksud bukan eike. Hahaha.. Cowok ternyata juga doyan curhat. Aku jadi tau, apa yang ada di pikiran mereka tentang cewek.
Ada juga cowok, yang bisa bikin aku ngrasa sakit hati, patah hati, dan marah luar biasa untuk pertama kalinya. Dendam juga, tapi nggak lama. Itu bener-bener bagian cerita hidupku yang bikin aku mulai tau gimana rasanya galau.
Sekarang, banyak banget temen-temen cowok yang ada di kehidupanku. Semakin aku kenal yang namanya cowok, entah kenapa aku jadi sering lebih milih diem daripada komentar. Pemikiran mereka bahkan tak bisa ditoleransi otakku. Sebagai cewek, aku kadang mbatin, apa sih yang dipikirkan mereka.. Hahaha.. Tapi sudah terjawab seiring waktuku.
Tapi aku yakin, para cowok itu pasti juga punya pemikiran yang sama, "Apa sih yang dipikirin cewek?"
Hahahaha... Itulah hidup. Penuh tanda tanya. Dan tentunya harus dicari jawabannya.
Setiap cowok yang ada di hidupku, mungkin yang pernah aku anggap lebih dari temen, punya sountract nya masing-masih. Khas bagiku. Tapi, nggak perlu diingat-ingat lagi laaah... XD
Setiap manusia emang nggak ada yang sempurna, tapi apa salahnya berprasangka baik terhadap orang lain.
Ahahaii...
Aku puber terlalu telat dibandingkan temen2ku, dan aku mengenal yang namanya cinta itu baru SMA kelas 1. Itu aja masih nggak ngerti harus gimana dan perasaan yang seperti itu tu apa artinya.
Wakakakak...
Rada cupu, rada aneh, dan lumayan bego kalo cerita tentang masa-masa sekolahku.
Di SMP, aku super duper cupu. Bahkan temen-temenku menganggapku sebagai indikator. Indikator apa coba? Ya indikator gosip.
Kalo aku udah tau tentang suatu gosip di sekolah, berati semua murid sekolah udah tau gosip itu.
Parah banget deh. Udah cupu, kuper pula.
SMP itu saat-saat dimana aku nggak mau main sama cowok. Temen-temen akrab ku cuma cewek-cewek. Jadi, wajar donk kalo aku nggak begitu kenal sama temen-temen cowok, walaupun itu sekelas. Hohoho..
Nah, SMA itu saat di mana aku dah mulai bisa akrab sama cowok. Dan mulai bisa suka sama cowok.
Geli gimana gitu kalo diinget-inget. Bahkan yang aku suka pun entah kenapa nggak terlalu cakep. Lupakan!
Kalian pasti punya kenangan masing-masing dengan mantan-mantan kalian. Tapi aku masih tergolong cupu masalah itu. Walau begitu, aku punya kenangan juga donk. Tentang cowok nih. Bukan sembarang cowok, tapi temen cowok yang bisa mengubahku dari diriku yang dulu sampai jadi kayak sekarang.
Ada cowok yang bisa-bisanya bikin aku jadi ngedownload banyak lagu rock apa gitu, ya semacam MRC atau Muse gitu. (itu rock apa bukan sih?) Padahal aku sama sekali nggak kenal lagu kayak gitu sebelum kenal cowok satu ini. Penasaran aja, apa bagusnya gitu. Lagu-lagu ku sebelumnya adalah sountrack anime jepang gitu. Sesaat kemudian jadi berubah jadi jdar jder nih isi winamp ku.
Ada juga cowok yang bikin aku bisa sering banget dateng ke Jfest, dan "melahap" komik secara cepat. Tapi itu nggak bertahan lama, karena acara jfest berikutnya aku nggak sama cowok ini lagi, tapi sama temen cewek.
Ada juga cowok yang bikin aku tau betapa cowok itu segitunya kalo udah cinta sama cewek. Dan yang jelas, cewek yang dimaksud bukan eike. Hahaha.. Cowok ternyata juga doyan curhat. Aku jadi tau, apa yang ada di pikiran mereka tentang cewek.
Ada juga cowok, yang bisa bikin aku ngrasa sakit hati, patah hati, dan marah luar biasa untuk pertama kalinya. Dendam juga, tapi nggak lama. Itu bener-bener bagian cerita hidupku yang bikin aku mulai tau gimana rasanya galau.
Sekarang, banyak banget temen-temen cowok yang ada di kehidupanku. Semakin aku kenal yang namanya cowok, entah kenapa aku jadi sering lebih milih diem daripada komentar. Pemikiran mereka bahkan tak bisa ditoleransi otakku. Sebagai cewek, aku kadang mbatin, apa sih yang dipikirkan mereka.. Hahaha.. Tapi sudah terjawab seiring waktuku.
Tapi aku yakin, para cowok itu pasti juga punya pemikiran yang sama, "Apa sih yang dipikirin cewek?"
Hahahaha... Itulah hidup. Penuh tanda tanya. Dan tentunya harus dicari jawabannya.
Setiap cowok yang ada di hidupku, mungkin yang pernah aku anggap lebih dari temen, punya sountract nya masing-masih. Khas bagiku. Tapi, nggak perlu diingat-ingat lagi laaah... XD
Setiap manusia emang nggak ada yang sempurna, tapi apa salahnya berprasangka baik terhadap orang lain.
Ahahaii...
Berasa dapet ide tapi LUPA
| buku penting nih.. |
Nggak tau kenapa tiap aku di atas motor, aku selalu dapet ide sesuatu yang cemerlang..
Tapi masalahnya aku lupa.
Kayaknya lupa tu udah jadi bagian hidupku.
Lupa itu penting buat hal-hal tertentu. Kayak hal-hal nggak penting yang memang harus dilupakan.
Tapi masalahnya (lagi) lupa ini muncul di saat yang tidak tepat.
Yang seharusnya aku lupakan, kenapa malah terngiang-ngiang di kepala (tapi hanya beberapa, sisanya emang beneran dilupain secara natural)
Yang seharusnya diingat, ya tau sendiri lah, pasti jadi lupa. Entah lupa sebagian atau lupa penuh.
Rada jengkel nggak sih kalo pas lagi ujian, ada soal yang jawabannya tu tau tapi lupa istilahnya. Bahkan yang diingat malah letak dimana istilah itu tertulis di buku. Dan inget segala hal yang berkaitan sama istilah itu. Mulai dari gimana dosen nerangin, gimana aku nulis, gimana aku tau betul warna buku tempat dimana aku nulis itu, dan aku jelas tau betul dimana kata-kata itu aku tulis. Tapi LUPA apa itu.
Nah tadi sepulang kuliah, naik motor kan ya. Di atas motor tu berasa ide-ide ngalir di otakku. Sesaat sehabis itu, aku selalu langsung berpikir, "Habis ini aku mau tulis ini di blog."
Beneran deh, banyaaaak banget, beberapa ide cerita itu kadang berkaitan, sering enggak nyambungnya tapi.
Habis nyampe rumah, liat bantal dan tidur. Bangun-bangun tuh, bisa bayangin kan kalo ada biskuit berbagai bentuk dan rasa di blander jadi satu trus habis itu dijadiin adonan, nah itu yang terjadi di dalam otakku. Ide-ide tadi bercampur jadi satu, dan aku jadi bingung mana yang harusnya ini mana yang harusnya itu. Semuanya menyatu secara natural.
Dan yang terjadi adalah postingan yang seperti ini.
HAHAHAHA
Ini tulisan
Restu Dinda Kurnia
on Kamis, Agustus 30, 2012
Kategori
jalan-jalan,
pengalaman
/
Comments: (0)
PINGIN CERITA TAPI DARI MANA MULAINYA YAAAA????
Aku punya cerita pas aku lagi di Jawa Timur selama 3 hari 3 malam.
Huwooooo~
Selepas aku KKN, aku menikmati kehidupan sejenak di Jogja, ya buat lebaran juga.
Trus tanggal 22 Agustus 2012 (H+3) aku melesat ke Jawa Timur tepatnya ke Sidoarjo. Di sana akan ada trah dari keluarganya bapaknya bapak saya.. Hahaha..
Jadi otomatis, aku kesana bareng saudara-saudaraku.. :D
Keluargaku mungkin yang bawaannya termasuk dikit. Yang dikit rempong tu mamaku. Belom lebaran aja packing nya dah ribet. Aku sih santai-santai aja sama bawaanku, toh aku nggak rempong-rempong amat sama baju.
Jadi perjalanan ku adalah sebagai berikut... Perjalanan dari Jogja menuju Sidoarjo tu macetnya wow banget... Trus besoknya ada acara yg sebenernya yaitu kumpul trah keluarga. Lanjut jalan-jalan ke lumpur Lapindo, trus ke Tanggulangin buat belanja tas (tapi aku nggak belanja). Trus langsung ke Suramadu. Berasa deket aja, padahal jauhnya sangat amat jauh dari posisi semula. Dan kostumnya masih sama kayak acara trah. Udah bauk, kucel pula.
Dah tu nyebrang ke Suramadu, sampe Madura cuma istirahat bentar trus balik lagi ke Surabaya :D
Trus balik lagi ke Sidoarjo lagi..
Besoknya ke Lamongan buat main ke WBL (Wisata Bahari Lamongan).
Nah ini nih.... Hahaha.. Semua cerita ada di sini...
Pas masuk ke Rumah Sakit Hantu, aku ditarik2 sama empat sepupuku.. Katanya sih mereka pada takut.. Hadooohh.. kaosku jadi molor2..
Pas naik jet coster, aku duduk di sebelah kiri.. Padahal jet coster nya mbelok ke arah kanan semua.. Alhasil aku kedempet sama sepupuku, dan tanganku entah kenapa jadi berasa remuk. Hahahaha...
Pas masuk ke Taman Air, aku niatnya mau menghindar semprotan air. Mepet2 ke tembok gitu, tapi entah kenapa juga aku malah kesemprot terus. Dan sepupu2ku yang pingin kena air malah gak disemprot2.
Pas naik Banana Boat, dahsyat !! Aku nggak bisa renang dan aku kelelep. Untungnya pake jaket pelampung. Hwahahaha.
Ahhhh... sebenernya cuma itu sih ceritanya. Tapi bakal beda suasananya kalo aku cerita langsung pake mulutku sendiri. Hahahaha...
Begitulah..
NB : Pas pulang, pake nyasar dulu di nganjuk. XD
Aku punya cerita pas aku lagi di Jawa Timur selama 3 hari 3 malam.
Huwooooo~
Selepas aku KKN, aku menikmati kehidupan sejenak di Jogja, ya buat lebaran juga.
Trus tanggal 22 Agustus 2012 (H+3) aku melesat ke Jawa Timur tepatnya ke Sidoarjo. Di sana akan ada trah dari keluarganya bapaknya bapak saya.. Hahaha..
Jadi otomatis, aku kesana bareng saudara-saudaraku.. :D
Keluargaku mungkin yang bawaannya termasuk dikit. Yang dikit rempong tu mamaku. Belom lebaran aja packing nya dah ribet. Aku sih santai-santai aja sama bawaanku, toh aku nggak rempong-rempong amat sama baju.
Jadi perjalanan ku adalah sebagai berikut... Perjalanan dari Jogja menuju Sidoarjo tu macetnya wow banget... Trus besoknya ada acara yg sebenernya yaitu kumpul trah keluarga. Lanjut jalan-jalan ke lumpur Lapindo, trus ke Tanggulangin buat belanja tas (tapi aku nggak belanja). Trus langsung ke Suramadu. Berasa deket aja, padahal jauhnya sangat amat jauh dari posisi semula. Dan kostumnya masih sama kayak acara trah. Udah bauk, kucel pula.
Dah tu nyebrang ke Suramadu, sampe Madura cuma istirahat bentar trus balik lagi ke Surabaya :D
Trus balik lagi ke Sidoarjo lagi..
Besoknya ke Lamongan buat main ke WBL (Wisata Bahari Lamongan).
Nah ini nih.... Hahaha.. Semua cerita ada di sini...
Pas masuk ke Rumah Sakit Hantu, aku ditarik2 sama empat sepupuku.. Katanya sih mereka pada takut.. Hadooohh.. kaosku jadi molor2..
Pas naik jet coster, aku duduk di sebelah kiri.. Padahal jet coster nya mbelok ke arah kanan semua.. Alhasil aku kedempet sama sepupuku, dan tanganku entah kenapa jadi berasa remuk. Hahahaha...
Pas masuk ke Taman Air, aku niatnya mau menghindar semprotan air. Mepet2 ke tembok gitu, tapi entah kenapa juga aku malah kesemprot terus. Dan sepupu2ku yang pingin kena air malah gak disemprot2.
Pas naik Banana Boat, dahsyat !! Aku nggak bisa renang dan aku kelelep. Untungnya pake jaket pelampung. Hwahahaha.
Ahhhh... sebenernya cuma itu sih ceritanya. Tapi bakal beda suasananya kalo aku cerita langsung pake mulutku sendiri. Hahahaha...
Begitulah..
NB : Pas pulang, pake nyasar dulu di nganjuk. XD
Dampak KKN
Sampai di Jogja, aku harus buka puasa pake steak di Waroeng Steak. HARUS !!!
Benar! Walaupun babe ku nggak ikut gara2 ada buber di kantornya, kemarin (150812) aku sama mami ku ke Waroeng. Kami menggila bersama-sama.
Tapi pas sampai di tempatnya, kami kehabisan kursi. Alamaaak cuma 2 kursi doank masa nggak ada sih...
Dan akhirnya kami numpang di meja orang. Ada satu mas-mas duduk di tempat yang harusnya dipake 4 orang. "Sendiri mas? Boleh gabung?"
Yesss! Dapet tempat duduk. Makan steak berlangsung dengan lancar, tapi pastinya si mas-mas tadi ngrasa risih ngeliat ibu-anak yang pembicaraannya nggak logis. Hahahaa...
***
Hari berikutnya (160812) aku tidur siang di kamar ku yang penuh doraemon. Tidurku yang kelawatan ngebo atau kasur yang super dahsyat nyamannya, yang bikin aku tidur kelamaan. Aku dibangunin sama masku yang udah ada di rumah. Dia dan istrinya lagi mudik ke Jogja. Aku sontak kaget.
Aku masih berasa di pondokan yang biasanya kalo tidur pintu kamar tertutup dan kalo keluar kamar harus pake jilbab. Ya aku kaget lah liat masku masuk kamar, secara dia kan cowok. Pikirku dia itu temen pondokanku. Aku langsung buru-buru nyari jilbab.
"Ngapain bangun bangun kok liat liat jilbab? Ini bukan grosiran woi.. Bangun bangun!!"
"Ha?" mungkin kalo temen-temen sub unitku liat wajahku saat itu, bakal terpingkal-pingkal -apalagi yossi-
Hadoooohhh.... lupa kalo aku udah di rumah...
Lagi... kan mau buber di luar nih sama keluarga. Aku dah beres dan siap buat berangkat. Aku secara spontan langsung pake helm ku.
"Ngapain pake helm? Mau naik motor sendiri?"
"Ha?" lagi-lagi ekspresi anehku muncul untuk yang ke sekian kali selama satu hari ini. Aku lupa kalo perginya naik mobil. Biasanya kan kalo di kebumen, apa-apa naik motor. Hahaha..
***
Apalagi yaa... tunggu yang terjadi selanjutnya..
NB : Aku belum pernah bercerita tentang mimpi-mimpiku selama KKN, yang anehnya sering benar-benar terjadi di pagi harinya. Pingin cerita dan aku masukkan ke Kingdom of Dream ku. Tapi, aku rasa, nggak usah lah.. Hahaha...
Benar! Walaupun babe ku nggak ikut gara2 ada buber di kantornya, kemarin (150812) aku sama mami ku ke Waroeng. Kami menggila bersama-sama.
Tapi pas sampai di tempatnya, kami kehabisan kursi. Alamaaak cuma 2 kursi doank masa nggak ada sih...
Dan akhirnya kami numpang di meja orang. Ada satu mas-mas duduk di tempat yang harusnya dipake 4 orang. "Sendiri mas? Boleh gabung?"
Yesss! Dapet tempat duduk. Makan steak berlangsung dengan lancar, tapi pastinya si mas-mas tadi ngrasa risih ngeliat ibu-anak yang pembicaraannya nggak logis. Hahahaa...
***
Hari berikutnya (160812) aku tidur siang di kamar ku yang penuh doraemon. Tidurku yang kelawatan ngebo atau kasur yang super dahsyat nyamannya, yang bikin aku tidur kelamaan. Aku dibangunin sama masku yang udah ada di rumah. Dia dan istrinya lagi mudik ke Jogja. Aku sontak kaget.
Aku masih berasa di pondokan yang biasanya kalo tidur pintu kamar tertutup dan kalo keluar kamar harus pake jilbab. Ya aku kaget lah liat masku masuk kamar, secara dia kan cowok. Pikirku dia itu temen pondokanku. Aku langsung buru-buru nyari jilbab.
"Ngapain bangun bangun kok liat liat jilbab? Ini bukan grosiran woi.. Bangun bangun!!"
"Ha?" mungkin kalo temen-temen sub unitku liat wajahku saat itu, bakal terpingkal-pingkal -apalagi yossi-
Hadoooohhh.... lupa kalo aku udah di rumah...
Lagi... kan mau buber di luar nih sama keluarga. Aku dah beres dan siap buat berangkat. Aku secara spontan langsung pake helm ku.
"Ngapain pake helm? Mau naik motor sendiri?"
"Ha?" lagi-lagi ekspresi anehku muncul untuk yang ke sekian kali selama satu hari ini. Aku lupa kalo perginya naik mobil. Biasanya kan kalo di kebumen, apa-apa naik motor. Hahaha..
***
Apalagi yaa... tunggu yang terjadi selanjutnya..
NB : Aku belum pernah bercerita tentang mimpi-mimpiku selama KKN, yang anehnya sering benar-benar terjadi di pagi harinya. Pingin cerita dan aku masukkan ke Kingdom of Dream ku. Tapi, aku rasa, nggak usah lah.. Hahaha...
Seri KKN : Saatnya berpisah...
Kemarin tepatnya tanggal 15 Agustus 2012 pagi, aku dan teman-teman pulang...
Kebumen bener-bener mengesankan... Banyak hal yang belum aku ceritakan disini...
Berawal dari teman-teman baru, sambutan warga desa yang sedikit menggelitik, anak-anak yang menyenangkan, bahkan menyesakkan (hahaha)..
Hari pertama kami makan di luar, di dekat taman kota, karena nggak ada yang masakin. Biaya yang dikeluarkan super duper mahal. Seporsi 17.000 rupiah. Gilaaaaa... Uang habis cepat klo gini caranya..
Tapi selanjutnya, masalah makan udah beres dan tidak penting buat dibeberkan. HAHAHA...
Kami juga sempat jalan-jalan ke alun-alun, ke toserba, pasaraya, taman kota, sepedaan santai bareng bupati, goa jatijajar, pantai ayah.. pokoknya menyenangkan.
Program KKN ?
Awalnya sangat menyulitkan, dan agak sebelnya, kenapa solusi datang saat sudah hampir sampai di penghujung waktu KKN. Kyaaaaa...
Program slalu berjalan lancar, hambatan hanya ada karena miskomunikasi. Tapi aku rada keteteran sih...
Warga desa?
Di sub unit ku, warganya ramah-ramah, baik-baik, semuanya menerima kami dengan senang hati, apalagi anak-anaknya. Anak-anak senang dan sering sekali datang ke pondokan, bahkan keseringan. Sering juga bikin kami kalangkabut dengan tingkah anak-anak itu. Terutama nara dan bening :')
KKN tanpa cinlok kayak bo'ong gimana gitu. Banyak cinlok di sini.. Tapi itu hanya sekedar cinlok semasa KKN aja. Tapi ya siapa tau berlanjut saat kembali di jogja, ya mana ku tau.. Hahaha.. Nggak ada yang tau masa depan.. :D
Ehmm.. penasaran dengan wajah duo pentolan di sub unitku??
Bandingkan, bagaimana wajah nara dan bening??
Dan bagaimana wajah mereka saat aku pamitan???
Setelah pelepasan tanggal 14 Agustus 2012 malam, setelah nyanyi lagu Rumah Kita dan Kemesraan, kami foto-foto, dan itu pasti nggak akan ku lupakan.. Teman-teman baruku.. Hampir 40 hari bersama-sama. Terutama sub unit 1 yang awalnya jadi sub unit paling pendiam, tapi pada akhirnya, aku sadari, ternyata memang suasana seperti itu yang aku sukai... Gila-gilaan bareng di pondokan tanpa induk semang yang sangat "mengesankan".. Hahaha.. Pokoknya harus ketemu lagi..!!!
Kebumen bener-bener mengesankan... Banyak hal yang belum aku ceritakan disini...
Berawal dari teman-teman baru, sambutan warga desa yang sedikit menggelitik, anak-anak yang menyenangkan, bahkan menyesakkan (hahaha)..
Hari pertama kami makan di luar, di dekat taman kota, karena nggak ada yang masakin. Biaya yang dikeluarkan super duper mahal. Seporsi 17.000 rupiah. Gilaaaaa... Uang habis cepat klo gini caranya..
Tapi selanjutnya, masalah makan udah beres dan tidak penting buat dibeberkan. HAHAHA...
Kami juga sempat jalan-jalan ke alun-alun, ke toserba, pasaraya, taman kota, sepedaan santai bareng bupati, goa jatijajar, pantai ayah.. pokoknya menyenangkan.
Program KKN ?
Awalnya sangat menyulitkan, dan agak sebelnya, kenapa solusi datang saat sudah hampir sampai di penghujung waktu KKN. Kyaaaaa...
Program slalu berjalan lancar, hambatan hanya ada karena miskomunikasi. Tapi aku rada keteteran sih...
Warga desa?
Di sub unit ku, warganya ramah-ramah, baik-baik, semuanya menerima kami dengan senang hati, apalagi anak-anaknya. Anak-anak senang dan sering sekali datang ke pondokan, bahkan keseringan. Sering juga bikin kami kalangkabut dengan tingkah anak-anak itu. Terutama nara dan bening :')
KKN tanpa cinlok kayak bo'ong gimana gitu. Banyak cinlok di sini.. Tapi itu hanya sekedar cinlok semasa KKN aja. Tapi ya siapa tau berlanjut saat kembali di jogja, ya mana ku tau.. Hahaha.. Nggak ada yang tau masa depan.. :D
Ehmm.. penasaran dengan wajah duo pentolan di sub unitku??
Bandingkan, bagaimana wajah nara dan bening??
(kiri: nara, kanan: bening)
Dan bagaimana wajah mereka saat aku pamitan???
Huhuhuhu.... nggak tega ngliat mereka nangis di depanku. Mereka nggak ngebolehin aku dan temen-temen pulang.. Tapi kami harus pulang.. Dadah nara n bening :')
Setelah pelepasan tanggal 14 Agustus 2012 malam, setelah nyanyi lagu Rumah Kita dan Kemesraan, kami foto-foto, dan itu pasti nggak akan ku lupakan.. Teman-teman baruku.. Hampir 40 hari bersama-sama. Terutama sub unit 1 yang awalnya jadi sub unit paling pendiam, tapi pada akhirnya, aku sadari, ternyata memang suasana seperti itu yang aku sukai... Gila-gilaan bareng di pondokan tanpa induk semang yang sangat "mengesankan".. Hahaha.. Pokoknya harus ketemu lagi..!!!
kiri ke kanan : Yossi (mama), Hesti (penjol satu), Ima (penjol dua), Nia (penjol tiga), Ubai (papa), Lukman (simbah kakung)
BAKAL KANGEEEENN.... :')
dadah Candiwulan Kebumen :)
Seri KKN : saatnya jalan-jalan nihh...
Ke goa jatijajar dan pantai logending...
Nothing spesial, hanya jalan-jalan.. dan foto-foto.. nggak ada makan-makan, soalnya puasa :D
Yang spesial karena, saat-saat seperti ini tak akan terulang lagi...
Nothing spesial, hanya jalan-jalan.. dan foto-foto.. nggak ada makan-makan, soalnya puasa :D
Yang spesial karena, saat-saat seperti ini tak akan terulang lagi...
Seri KKN : Kompakan nih yee..
Apanya yang kompakan?
Kami, satu pondokan. Isinya 4 cewek dan 2 cowok.
Pada awalnya aku duluan yang nggak puasa gara-gara 'dapet'.
Trus, dua hari kemudian, temenku (Ima) yang nggak puasa gara-gara 'dapet' juga.
Trus, dua hari kemudian, giliran temenku (Yossi) yang nggak puasa gara-gara 'dapet' juga.
Berhubung satu lagi temen cewek (Hesti) itu agama katholik, jadi selama 5 hari, kami berempat....
NGGAK PUASA MASSAL XDDDD
Nasib buruk buat para cowok (simbah Ubai dan Simbah Lukman)...
Susah buat bangun sahur, karena nggak ada yang mbangunin...
Susah buat puasa secara normal, karena siang2nya liat si cewek-cewek makan :D
Susah buat buka nya, karena yang beli buka itu anak-anak cewek.
Mood-mood-an banget buat ngurus para simbah itu... HAHAHAHA..
Sesekali jahat boleh lah..
NB : Jangan ditiru yaaa.. :D
Kami, satu pondokan. Isinya 4 cewek dan 2 cowok.
Pada awalnya aku duluan yang nggak puasa gara-gara 'dapet'.
Trus, dua hari kemudian, temenku (Ima) yang nggak puasa gara-gara 'dapet' juga.
Trus, dua hari kemudian, giliran temenku (Yossi) yang nggak puasa gara-gara 'dapet' juga.
Berhubung satu lagi temen cewek (Hesti) itu agama katholik, jadi selama 5 hari, kami berempat....
NGGAK PUASA MASSAL XDDDD
Nasib buruk buat para cowok (simbah Ubai dan Simbah Lukman)...
Susah buat bangun sahur, karena nggak ada yang mbangunin...
Susah buat puasa secara normal, karena siang2nya liat si cewek-cewek makan :D
Susah buat buka nya, karena yang beli buka itu anak-anak cewek.
Mood-mood-an banget buat ngurus para simbah itu... HAHAHAHA..
Sesekali jahat boleh lah..
NB : Jangan ditiru yaaa.. :D
Seri KKN : Why Me ? (2)
Lagi-lagi kericuhan terjadi.
Sang pentolan bernama NARA mengamuk di pondokan. Dan kenapa harus aku yang jadi saksinya???
Jangan bayangkan nara itu cowok dewasa kekar dan perawakannya mengerikan. Dialah nara, anak cewek kecil dengan rambut kriwilnya dan muka polosnya.
Dia nggak segan-segan melampiaskan kemarahan dengan menjambak, memukul, menggigit apapun yang ada di dekatnya, dan diutamakan korbannya adalah orang.
Saat itu, pondokan rame dengan anak-anak yang sedang sibuk menggambar. Entah apa yang memicu, tiba-tiba nara dengan sandal di dua genggamannya memukul bening (sahabatnya nara). Aku bener-bener kaget. Mau nggak mau, aku harus melerai mereka berdua, memaksa nara untuk minta maaf. Gengsinya nara tinggi banget, itu membuat dia nggak mau minta maaf, lalu dia pulang.
Pondokan kembali tenang.
Sekitar 15 menit setelah itu, nara kembali ke pondokan. Dengan wajah yang seolah-olah tak terjadi apa-apa. Teman-temannya pun menerima nara begitu saja. Tak ada rasa benci sedikitpun. Nara kembali mulai menggambar. Aku sudah mulai cukup tenang dengan keadaan ini. Membaik dengan cepat.
Baru saja aku membatin, terjadi lagi kericuhan. Aku lelah. Apalagi ini??
Tak tau asal muasal penyebab terjadinya kericuhan, tiba-tiba nara menjambak --lagi-lagi-- bening. Bening kesakitan dan mulai menangis. Aku harus bertindak. Memaksa --lagi-- nara untuk minta maaf. Salaman seperti pada umumnya aja nara nggak mau. Seketika dia ambil kertas gambarnya dan pulang. Nangis.
Aduuuhh.. aku bingung. Sebenernya apa yang terjadi. Anak-anak yang lain bercerita. Katanya nara merebut spidol yang sedang dipakai bening. Aku nggak heran sih.
Keadaan kembali tenang seiring tenangnya tangisan bening.
Hari berikutnya, nara datang ke pondokan sendirian.
"Temen-temennya mana?"
"Ra melu, jare inyong nakal." (Nggak ikut, katanya aku nakal)
Hahaha...
Hari berikut-berikutnya, aku jarang melihat nara berbuat onar lagi.. Hmmm.. masih sih, tapi nggak seekstrim saat itu. Dan sang pentolan pun dapat di handle :D
Sang pentolan bernama NARA mengamuk di pondokan. Dan kenapa harus aku yang jadi saksinya???
Jangan bayangkan nara itu cowok dewasa kekar dan perawakannya mengerikan. Dialah nara, anak cewek kecil dengan rambut kriwilnya dan muka polosnya.
Dia nggak segan-segan melampiaskan kemarahan dengan menjambak, memukul, menggigit apapun yang ada di dekatnya, dan diutamakan korbannya adalah orang.
Saat itu, pondokan rame dengan anak-anak yang sedang sibuk menggambar. Entah apa yang memicu, tiba-tiba nara dengan sandal di dua genggamannya memukul bening (sahabatnya nara). Aku bener-bener kaget. Mau nggak mau, aku harus melerai mereka berdua, memaksa nara untuk minta maaf. Gengsinya nara tinggi banget, itu membuat dia nggak mau minta maaf, lalu dia pulang.
Pondokan kembali tenang.
Sekitar 15 menit setelah itu, nara kembali ke pondokan. Dengan wajah yang seolah-olah tak terjadi apa-apa. Teman-temannya pun menerima nara begitu saja. Tak ada rasa benci sedikitpun. Nara kembali mulai menggambar. Aku sudah mulai cukup tenang dengan keadaan ini. Membaik dengan cepat.
Baru saja aku membatin, terjadi lagi kericuhan. Aku lelah. Apalagi ini??
Tak tau asal muasal penyebab terjadinya kericuhan, tiba-tiba nara menjambak --lagi-lagi-- bening. Bening kesakitan dan mulai menangis. Aku harus bertindak. Memaksa --lagi-- nara untuk minta maaf. Salaman seperti pada umumnya aja nara nggak mau. Seketika dia ambil kertas gambarnya dan pulang. Nangis.
Aduuuhh.. aku bingung. Sebenernya apa yang terjadi. Anak-anak yang lain bercerita. Katanya nara merebut spidol yang sedang dipakai bening. Aku nggak heran sih.
Keadaan kembali tenang seiring tenangnya tangisan bening.
Hari berikutnya, nara datang ke pondokan sendirian.
"Temen-temennya mana?"
"Ra melu, jare inyong nakal." (Nggak ikut, katanya aku nakal)
Hahaha...
Hari berikut-berikutnya, aku jarang melihat nara berbuat onar lagi.. Hmmm.. masih sih, tapi nggak seekstrim saat itu. Dan sang pentolan pun dapat di handle :D
Seri KKN : Why Me ?
Seri KKN : Why Me ?
Kapan itu aku lupa hari apa dan tanggal berapa, tapi emang harus cepet dilupakan, setidaknya setelah aku posting ini. Di pondokan cuma ada aku yang masih idup (masih bangun maksudnya). Para cewek2 yang lain udah pada tepar di kamar dan para cowok berdua itu lagi berkunjung ke rumah kadus.
Saat itu jam 23.30, aku masih berkutik dengan dorama yang aku tonton malam itu. Setelah ngerasa ngantuk, aku tiduran bentar di kamar, nyempil di antara temen2ku. Dan keadaan pintu depan nggak aku kunci. Takutnya kalo aku kunci, ntar para cowok berdua itu nggak bisa masuk. Tiba-tiba...
"DOKK DOKK DOKK"
(ceritanya suara ngetuk pintu nih)
Udah jam segini mereka baru pulang.. Huuhh.. Biarin aja deh, biar buka pintu sendiri.
"DOK DOK DOKK"
Ihhh.. serius nih anak manja banget sih, harus dibukain gitu ya? Aku langsung beranjak menuju pintu depan. Aku buka pintu pelan-pelan biar nggak berdecit..
JREEENGG....
Yang kudapati di balik pintu buka dua orang cowok yang aku kenal. Malah cowok-cowok aneh bau menyan berbadan seukuran remaja SMA dengan tudung jaket. Bukan cuma dua, tapi lima atau lebih, aku lupa. Seketika aku memaku. Aku bingung, apa maksud mereka datang malem-malem gini. Bahkan keadaan di rumah, yang bangun cuma aku, dan isinya cuma cewek semua. Tanpa ku ijinkan masuk rumah, aku tanya maksud kedatangan mereka.
"Ada apa ya mas?"
"Emm.. nggak apa-apa mbak, cuma pingin ketemu sama masnya yang pake ini." (nunjuk vespa di depan)
"Ooo.. emangnya kenapa ya mas?"
"Yaaa pingin ngobrol-ngobrol aja. Emmm.. kalo boleh tau, sebenernya mbak-mbak dan mas-mas disini itu ada acara apa ya? Kok cowok cewek dalam satu rumah. Trus di sini cowoknya ada berapa ceweknya ada berapa.. (blah blah blah).."
Mereka tanya apa, aku langsung jawab seadanya. Tanpa ada buruk sangka atau apalah sejenisnya, aku santai saja membalas pertanyaan mereka, bahkan kami ngobrol selayaknya teman lama.
Obrolan berlanjut dengan posisi jongkok. Aku tetap nggak sudi membawa orang2 aneh ini ke dalam pondokan. Mereka yang dari tadi ngintip2 ke dalam dengan maksud agar dipersilakan masuk, tetap tidak akan ku ijinkan masuk.
Obrolan berlanjut selama kurang lebih seperempat jam. Dan lama-lama keadaan ini semakin membuatku nggak kuat dan sok tegar lagi. Suaraku dah mulai goyah.. Jujur, aku takuuuutt.. :(
Sialnya aku saat itu nggak mengantongi HP. Ingin rasanya sms ke dua cowok yang waktu itu lagi di rumah pak kadus. Ingin juga rasanya membawa pasukan yang saat itu lagi molor sesuka mereka di kamar. Hanya berjarak 4 meter, antara posisiku (pintu depan) dengan pintu kamar. Tapi aku nggak akan lepas dari posisi ini, aku harus mencegah mereka masuk. AKu takut ada apa-apa dengan laptop2 di dalam rumah ini, dan takut kalo ada apa-apa denganku...
Aku tetap berusaha tegar, ngobrol dengan mereka, mendengar 'ceramah' mereka, sambil menunggu dua cowok temanku pulang. Huuuhhh.. lama kali mereka kembali.. AKu dah mati rasa disini T_T
Sesaat setelah kegalauanku timbul, mereka yang mengaku "GENK" itu, tiba-tiba pamit dengan sendirinya. "Ya sudah mbak, mungkin kami harus pulang, assalamu'alaikum."
"Kalo misal mau berkunjung lagi nggak apa-apa lho mas, TAPI SIANG YA.." -- nia ngomong dengan tampang bego --
Selepas mereka pergi, aku langung menutup pintu, menguncinya, dan jalan santai menuju kamar. Sampai kamar, dengan deg-deg-an nya, aku sms para cowok yang hanya dua itu. Aku cerita tentang kedatangan orang2 aneh itu. Tau kah kau, aku nangis sesaat pesan terkirim. AKU BENER-BENER TAKUT.
Beberapa saat, mereka pulang, dua cowok temenku itu, dan nggak tanggung-tanggung, kadus juga ikut ke pondokan. Mereka minta penjelasan tentang sms itu. Aku nangis di depan mereka (jangan bayangkan aku menangis sambil merengek-rengek ya.. aku hanya menitikkan airmata sesekali lalu menghapusnya. masih normal kok :p)
Selesai aku bercerita dengan seadanya, mereka bertiga beranjak pergi lagi. Katanya sih mau ke tempat nongkrong orang-orang aneh tadi.
Aku diam, dan tidur.
Aku bangun lagi sesaat setelah dua cowok itu kembali pulang. Mereka bercerita kalo ternyata yang kuhadapi tadi preman desa ecek-ecek yang lagi mabuk. Ebuset deh.
Cerita selanjutnya malah melanglangbuana sampe kejadian2 anarki di jogja. Dan aku jadi tau semuanya.
Huuhh... Why Me?
Sampai sekarang aku masih trauma sama bunyi ketukan pintu yang keras.
Seri KKN : Tarawih sih..
Malam pertama berangkat tarawih berdua sama temen di masjid.
Malam kedua berangkat tarawih berdua sama temen di masjid.
Malam ketiga berangkat tarawih sendirian di masjid.
Selanjutnyaaa.... selang beberapa hari kemudian (selama itu aku tarawih di rumah) aku tarawih di masjid lagi. Malam itu adalah malam ini...
Aku tarawih di belakang bagian anak-anak. Kan seru tuh kalo sama anak-anak. Kalo di bagian ibu-ibu takutnya ntar di tanya macem-macem. Lagian aku kalo di rumah, biasanya juga tarawih sama anak-anak. Tapi ini kondisinya beda. Di sini aku adalah orang asing.
Yapp.. saatnya sholat Isya'..
Bayangkan di kanan kiriku nggak ada siapa-siapa. Gimana caranya mau merapatkan shaf kalo anak-anak ini pada lari-larian kesana sini. Kalo di rumah, ini anak-anak udah aku seret kembali ke shaf nih. Terus aku bakal bilang, "Kalo rame, ntar nggak dapet jaburan lho dek." (jaburan : snack yang dibagikan ke anak-anak setelah tarawih berakhir). Kalo di sini... saya lebih baik diam saja...
Selesai sholat Isya', dzikir dulu ahh...
Selanjutnya sholat tarawih.. Hmm.. masih aman..
Sholat tarawih lagi.
"Allahu akbar"
GDBUGG !!
Ada anak jatoh di depanku, tepat di atas sajadah ku. Wkwkwk.. Sementara itu aku udah mulai sholat. Baru aja mulai. Rasanya pingin ketawa tapi aku harus jaim. XDD
"Abaikan... Lanjutkan saja sholatnya Nia..."
Sholat hampir berakhir, tiba tiba...
"WAAAAAAAAAA.."
Ada anak teriak di kupingku. Tepat sedetik sebelum sholat berakhir. Astaghfirullah.... X(
Aku sempat mikir, seperti apa aku kalo dilihat dari sudut pandang anak-anak. Aku kayak api unggun yang dikelilingi anak-anak pramuka yang berebut kehangatan.... dan berebut buat nglempari kertas.. =_=
jadi berasa kayak scene suatu film.. uhh..
Aku dibully bocah-bocah.. Hahaha.. nggak apa-apalah, namanya juga anak-anak T_T
Malam kedua berangkat tarawih berdua sama temen di masjid.
Malam ketiga berangkat tarawih sendirian di masjid.
Selanjutnyaaa.... selang beberapa hari kemudian (selama itu aku tarawih di rumah) aku tarawih di masjid lagi. Malam itu adalah malam ini...
Aku tarawih di belakang bagian anak-anak. Kan seru tuh kalo sama anak-anak. Kalo di bagian ibu-ibu takutnya ntar di tanya macem-macem. Lagian aku kalo di rumah, biasanya juga tarawih sama anak-anak. Tapi ini kondisinya beda. Di sini aku adalah orang asing.
Yapp.. saatnya sholat Isya'..
Bayangkan di kanan kiriku nggak ada siapa-siapa. Gimana caranya mau merapatkan shaf kalo anak-anak ini pada lari-larian kesana sini. Kalo di rumah, ini anak-anak udah aku seret kembali ke shaf nih. Terus aku bakal bilang, "Kalo rame, ntar nggak dapet jaburan lho dek." (jaburan : snack yang dibagikan ke anak-anak setelah tarawih berakhir). Kalo di sini... saya lebih baik diam saja...
Selesai sholat Isya', dzikir dulu ahh...
Selanjutnya sholat tarawih.. Hmm.. masih aman..
Sholat tarawih lagi.
"Allahu akbar"
GDBUGG !!
Ada anak jatoh di depanku, tepat di atas sajadah ku. Wkwkwk.. Sementara itu aku udah mulai sholat. Baru aja mulai. Rasanya pingin ketawa tapi aku harus jaim. XDD
"Abaikan... Lanjutkan saja sholatnya Nia..."
Sholat hampir berakhir, tiba tiba...
"WAAAAAAAAAA.."
Ada anak teriak di kupingku. Tepat sedetik sebelum sholat berakhir. Astaghfirullah.... X(
Aku sempat mikir, seperti apa aku kalo dilihat dari sudut pandang anak-anak. Aku kayak api unggun yang dikelilingi anak-anak pramuka yang berebut kehangatan.... dan berebut buat nglempari kertas.. =_=
jadi berasa kayak scene suatu film.. uhh..
Aku dibully bocah-bocah.. Hahaha.. nggak apa-apalah, namanya juga anak-anak T_T




