RSS

Malam yang SUPER

Harusnya hari ini aku belajar dua matakuliah sekaligus.
Gila aja, besok aku ujian dua makul dalam satu hari.
Nah ini lagi istirahat buat me-refresh-kan otak.

Hmm.. bentar-bentar, aku mau dikit cerita nih tentang malam ini.
Sesampai di rumah aku ngantuk banget dan sampe sekarang belom bisa tidur (lebih tepatnya belom boleh tidur). Aku bingung mau mulai belajar dari mana. Akhirnya aku putuskan buat belajar sedikit demi sedikit.

Udah pewe nih posisinya, bener-bener pewe. Dan tiba-tiba aku diusir secara "bersahaja" sama babe ku. Padahal udah pewe banget. Ya emang sih, aku posisinya belajar sambil tiduran telungkep dengan kaki melanglangbuana dan itu di depan tivi. Hahaha.. Akhirnya aku pindah tempat dengan bentuk yang sama tapi di ruang tamu. RUANG TAMU. Tanpa alas, hanya ada lantai yang dingin. Bodo amat! LOL

Sementara aku belajar "parasitologi", babe dan emak lagi nonton OVJ di depan tivi (ya eyalah, masa' di depan gue). Entah seberapa lucunya, mereka ketawa sampe ngakak gak ketulungan. Bener-bener mengganggu (cieh, yang lagi belajar). Oke, oke, ini masih bisa ditoleransi. Tapi itu sebelum negara kodok menyerang (kodok: ngapain bawa-bawa gue?).

Tetanggaku, entah, mungkin kehidupannya sangat amat "kejam". Anaknya yang nakal dikunciin di luar rumah, buat "sedikit pelajaran" buat si anak. Bagus sih (LOLdevil), tapi efek selanjutnya adalah membuat perut mengkerut dan kuping angkat tangan (kuping alien ini ceritanya). Si anak menjerit-jerit memekakkan telinga. DAHSYAT!!! Sampe konsentrasiku buyar. Sudah hilang lah kesabaranku. Kenapa? Karena kejadian ini berlangsung selama satu jam. Ya SATU JAM. (fyuuh)

Aku pasang headset, nyalain radio di hape, dan full-kan volumenya. Awalnya sih nyaman-nyaman aja, lama-lama, sakit juga nih kuping. Volume aku kecilin lagi, dan aku lanjut belajar lagi. Dan tadaaaa... ppt bab selanjutnya gak bisa dibuka. Dan masalahnya, pas bab ini aku gak mencatatnya di buku, karena waktu kuliah, aku TELAT (don't try at home eh school).

Baiklah, saya sudah cukup ruwet.

Udah itu aja. Aku dah masuk angin. Dadah.. -_-

NB: Tadi sore aku makan cupcake rasa bank. Besok-besok coba lagi ah, siapa tau ada cupcake yang rasa kantor kelurahan.

Jangan Lagi Cita-Cita (Apalagi Cinta)

Sudahlah sudahlah.

Jangan tanyakan hal tentang cita-cita ke diriku. Jangan lagi ada pertanyaan, "Mau jadi apa setelah lulus?"
Cita-cita itu akan selalu berubah seiring dengan waktu. Aku bukan lagi anak kecil yang bisa punya cita-cita setinggi langit, bahkan tak tau bagaimana cara biar bisa sampai ke langit itu.

Apa yang ingin ku sampaikan sekarang ini adalah mengenai masa depan. Dan aku paling jengkel ketika ada orang, bahkan orang terdekat yang menanyakan tentang "cita-citaku" yang pernah terucap di masa lampau (kemarin termasuk masa lampau). Dan aku jengkel juga ketika orang-orang terdekatku lebih dan lebih memiliki kemampuan untuk menggapai "cita-citaku" itu.

Aku memang bisa, tapi aku tak mampu meng-handle.

Nah, ketika aku bergeser ke arah "meng-handle", banyak orang yang selalu mengkaitkan bahwa aku butuh seorang "pendamping". Kasarannya sih disebut pacar (mual mengatakannya).

Sudahlaaah...

Aku sangat membenci jika ada yang membicarakan tentang harapan dan cita-cita, apalagi tentang cinta. Bunuh saja perasaanku, biar aku bisa melakukan tanpa merasakan kekalutanku ini.

Inti dari postinganku kali ini adalah, kadang (bahkan sering) pihak yang sangat berpengaruh dalam pencapaian cita-cita adalah orang terdekat kita yang mungkin dialah yang tau segalanya tentang kita.
Pengaruh itu termasuk dalam penggagalan dalam menggapainya.

Bagaimana dengan cinta? Sudahlah, tak usah dibahas. Ini lah yang membuatku selalu berpikir, cinta yang seperti apa yang bisa mendukungku sebagai "aku"? Dan mungkin aku belum bisa menjawab itu sampai saat ini.

Sudah muak. Jalani aja seadanya. Semangat menjadi diri sendiri sudah hilang.
Alur kehidupan ini memang tak bisa ditebak, tak mudah untuk dimengerti.

Buku udah 'lumayan' rapi

Menjawab kegalauanku saat aku menulis tentang buku berserakan ini.
AKHIRNYA....

Bukan bukan, aku bukannya punya lemari baru, tapi aku punya solusi baru.
Yaitu, kotak kardus yang unyu unyu.

Kenapa nggak jadi lemari?
Pertama, karena lemari itu besar, nggak tau mau ditaruh mana kalo jadinya beli lemari buku.
Kedua, karena lemari itu mahal. Haha. (ujung ujungnya duit)

Kotak kardus semacam ini lah solusi tepatnya. Minimalis, murah, dan lucu. Bisa muat banyak dan debunya tidak sampe dalem kotak.
Kotak kardus itu hanya untuk novel, komik, dan buku kecil-kecil lainnya. Kalo buku kuliah yang segede gaban itu??? Setelah berpikir panjang, akhirnya aku masukkan ke kontainer super besar, yang bisa muat buku-buku gede.
Kotak kardus dan kontainer isi buku


Biar cepet milih buku dan ngambilnya, aku susun bukunya dengan cara judul buku kelihatan dari atas dan bukan ditumpuk. Kalo yang buku kuliah (berhubung kontainernya transparan) aku susun berdiri tapi judul bukunya bisa keliatan dari luar kontainer.

Contoh isi salah satu kotak (itu komik sama novel)
BINGUNG?? Gak masalah, aku sih nggak bingung. Haha.

Bukuku mungkin gak sebanyak yang kalian punya, tapi ini sudah cukup merepotkan bagiku.
Solusi buku berserakan telah selesai, dan sekarang mari kita ucapkan... ALHAMDULILLAH ...
Hahaha...

Pertanyaan selanjutnya, apakah kamarku sekarang sudah tidak berserakan?
Oooo... tentu masih.. (doenk)

Lalu, masalah apa lagi sekarang???
Seperti yang aku tuliskan saat liburan semester lalu, kamarku sangat amat acakadut.
Dan kau tau lah, list-list yang aku tulis di situ, JELAS belum aku lakukan. Karena, liburan itu hanya kamuflase belaka. Kalo ditanya ibuku, kapan mau beresin kamar, aku jawabnya "Belom ada waktu."
Lagu lama...

Misi selanjutnya, menyelesaikan masalah lemari baju.. (kapan ya??)

Jarang Ngeblog, Solusinya ??

Udah berapa lama ya nggak ngeblog?
Pingin rajin ngeblog tapi ide itu selalu muncul ketika jaringan internet dan leptop nggak berpihak padaku.
Alhasil aku menciptakan sebuah buku berjudul...

THE MANUAL BLOG

(biasa aja)

Buku ini bakal aku pake buat nulis semua ide yang lewat tanpa ampun dan di saat yang tidak tepat. Makanya aku selalu bawa buku ini di mana aja. Semua yang absurd yang nggak jelas sampe yang lumayan jelas.

Dan efektifnya buku ini, aku jadi bisa suka hati mencorat-coret lembar demi lembar dengan goresan abstrak sesuai suasana hati. Hahaha..

Intinya sih harus rajin.

Nah, setelah punya banyak waktu luang, "mungkin" akan aku cantumkan di blog ini. Sebenernya nggak terlalu penting sih. Toh aku cuma cewek biasa yang emang biasa-biasa aja. Jadi aku yakin pasti gak ada yang protes kalo aku gak jadi aplod tulisan itu di blog ini. Hahaha..

Udah itu aja.

Masa Lalu? Masa Depan? Entahlah..

secuil kisah masa lalu
Iseng-iseng aku buka lemari, ada sesuatu yg sampe berdebu-debu. Sampe lupa kapan terakhir aku menyentuhnya. Hahaha.. Iseng-isengnya nambah lagi saat aku mengumpulkannya jadi satu.
Entah kapan lagi aku bisa menyelami hal-hal yang berkaitan dengan barang-barang berdebu ini..
Akan tetap jadi masa lalu atau bahkan akan jadi masa depanku? Entahlah.. 

EKSIS ituu...

maluuuuuu..... :D

Aku adalah salah satu cewek yang suka menceritakan kisah hidup diri sendiri. Kata orang sih tell other about my self. Tapi tak se-ekstrim kebanyakan orang yang ku kenal. Mereka biasanya bangga dengan apa yang mereka ceritakan. Ya mungkin karena ada yang dibanggakan (menurut mereka).

Intinya sih, aku sekarang mau nyeritain tentang diriku. Yaiya lah, ini kan blog ku.. Suka-suka aku donk :D

Beberapa hari yang lalu, aku dan teman-temanku sedang rame membicarakan tentang ke-eksis-an. Lalu, apa hubungannya denganku? Hahahaha... Aku sangat erat dengan kata EKSIS. Lebih tepatnya lawan katanya eksis yaitu TIDAK EKSIS.

Di masa kuliah ini, aku kaget dengan mereka yang tidak kukenal, TAPI mereka kenal aku. Bahkan aku kaget ketika aku masuk di nominasi penghargaan suatu acara organisasi di kampus. Lagi-lagi aku kaget, ada dosen yang hapal dengan nama panjangku. Dan apa yang kupikirkan saat itu? Aku tidak siap untuk eksis sodara-sodara..!!

Nia. Anak cewek yang notabene ter-cap sebagai anak cupu dan kuper, tiba-tiba eksis dan dikenal banyak orang. Ini belum terlalu banyak menurut orang lain, tapi ini udah cukup banyak buatku. Dan lagi-lagi aku dipercaya menjadi Kepala suatu Departemen di KSH (KSH adalah Kelompok Studi Herpetologi, organisasi tempat aku bernaung selama kuliah). Ini benar-benar masa-masa mengagetkan buat aku.

Masa-masa kuliah lambat laun semakin membuat aku sport jantung dan otak. Sangat berbeda dengan masa-masa sekolah. Nia yang hanya seorang anak cewek biasa, dengan ke-eksis-an dibawah garis normal, bahkan mendekati nol. Nia yang nggak pernah jadi pengurus apapun kecuali pengurus kelas (itu aja pas reuni masih pada nggak inget siapa aku). Hahahaha... Lucu ya.. :D

Bahkan, dulu yang aku bisa bebas melakukan banyak hal tanpa diperhatikan. Sekarang segala gerak-gerikku, segala ekspresiku, udah jadi trendset... Dahsyat bukan?? (agak lebai sih, gpp lah :D)

Masa-masa kuliah emang kayaknya bener-bener bikin kaget.

Kaget itu normal. Bertubi-tubinya itu yang bikin luar biasa normal -_-

Pingin beli....

Lupakan tentang list-list di postingan sebelum ini, aku sedang memanjakan diri sejenak dengan jalan-jalan ke PASTY. Pasar Satwa dan Tanaman Hias Yogyakarta.

Akhir-akhir ini aku pingin banget pelihara hewan. Secara hewan peliharaanku dah mati semua. Tapi sebenernya di rumah udah ada burung sih, tapi bukan punyaku. Si burung itu punya babe ku. Ini burung lho, burung beneran. Yang bunyi cuit cuit itu. (khawatir kalo kalian mikir yang iya iya)

Nah, ini tadi sembari menunggu tukang jilid nya kelar nge-jilid laporanku, aku ngegalau sendirian. Niatnya sih pingin ngebolang di daerah deket-deket kampus aja, tapi akhirnya aku sampe ke PASTY yang jaraknya 9 km dari kampus. Hahaha..

Pas aku jalan-jalan di PASTY, aku ngeliat banyak banget hamster. Aku jadi inget kalo di kalangan temen-temen seangkatanku lagi heboh tentang piara hamster. Kalo aku sih dah pernah piara hamster. Lucu sih emang, tapi bau. Hamsterku paling lama umurnya sampe 1,5 tahun. Padahal kata si penjual, hamster itu umurnya paling enggak cuma sekitar 3 bulanan. Berarti hamsterku keren donk.. Udah simbah-simbah. Tapi dia udah mati. (singg~)

Lanjut ke tujuan pertama, aku pingin piara hewan. Dan sudah kupastikan aku pingin piara ikan. Berhubung aku cuma sendirian, aku gak jadi beli saat itu juga. Aku bakal bingung cara bawa akuariumnya gimana. Alhasil aku cuma tanya-tanya harga akuarium (bukan tanya tentang ikannya).

Setelah survei ikan (akuarium maksudnya), aku jalan-jalan ke kawasan tanaman hias. Aku juga bingung, kenapa aku masuk ke kawasan ini, padahal aku gak berniat mau beli tanaman hias. Ya udah, akhirnya aku jalan-jalan nggak jelas, sok sok tanya harga tanaman, dan sok-sok'an tanya harga kaktus. Kata penjualnya, harga kaktusnya 7500 rupiah. Tanpa pikir panjang, aku langsung beli dua.

Jangan tanya kenapa aku beli kaktus! Kaktus itu tanaman yang paling nggak rewel. Dia gak perlu disiram tiap hari dan gak usah repot-repot dikasih pupuk. Udah gitu harganya murah. Terus, katanya bisa berbunga!!! Aku pingin beli ikan aja kan karena gak usah repot-repot mandiin.

Apa?? Ada yang salah?? -_-

Liburan?? BOHONG !!


Liburan tiba, tapi aku merasa semakin sibuk.
Sebenernya ada beberapa yang ingin aku lakukan di liburan kali ini.
List nya udah aku buat, tapi entahlah bisa dilakukan atau tidak. (bosen sibuk)
Semua list ini muncul diinspirasi oleh hal-hal terkait *apasih*

1. Tadi pagi ibuku ngomel-ngomel pas buka lemari bajuku. Katanya berantakannya kayak habis kena banjir. Jadi, list pertama yang ingin aku lakukan di liburan kali ini adalah BERES-BERES LEMARI BAJU.

2. Lagi-lagi ibuku ngomel-ngomel pas liat keadaan kamarku yang kayak psikopat. Jadi, aku pingin beres-beres kamar lagi. Ya. BERES-BERES KAMAR.

3. Yang ketiga ini terinspirasi dari kamar saudara sepupuku yang catnya bagus. Dan yang jelas gak penuh darah nyamuk. *aku bukan psikopat ya* Aku pingin NGECAT TEMBOK KAMAR.

Set dah, kok semua tentang kamar sih? Iya donk. Kamarku itu udah masuk tahap darurat. Udah bukan siaga atau waspada. Tapi DARURAT. *jder!*
Tapi list-list selanjutnya semoga aja nggak berhubungan dengan kamar.

4. Kemarin aku nonton tv yang judulnya Lolly Love. Baru pertama kali nonton sih, tapi aku jadi terinspirasi sesuatu. Aku pingin punya buku yang menceritakan tentang banyak hal tentang cinta. Tentang aku, atau teman-temanku. Kayaknya sih asik. Bisa buat referensi. Hahaha.. Jadi, list selanjutnya adalah BIKIN BUKU  ehem.. LOVE STORY. *rada berat mengatakannya*

5. Berkaitan dengan desain-desain kaos yang terabaikan, aku pingin menyelesaikannya di liburan ini. Semoga aja berjalan dengan lancar dan sesuai harapan. Amin. Jadi apa?? DESAIN KAOS.

6. Mungkin dari lima diatas, udah terlalu banyak kalo liburannya cuma dua minggu. Apalagi, liburan yang 'sebenarnya' hanya seminggu. Belom lagi mau ngurusin KRS dan lain-lain. Jadi, list yang keenam ini adalah MENYELESAIKAN SEMUA LIST ITU.


Semoga semua berjalan lancar. Sekali-kali aku pingin melakukan hal yang tidak terkait dengan kampus.


MARI SENYUM :)

Airku Tak Sehat Lagi


Ini tentang pengalaman saya ketika KKN (Kuliah Kerja Nyata) di suatu wilayah daerah Kebumen. Desa tempat saya KKN, sangat dekat dengan kota. Saya cukup lega dengan kenyataan itu. Namun, saya dan teman-teman satu tim seketika kaget saat memasuki desa. Tak ada penunjuk arah, sampai hampir saja kami tersesat. Tidak hanya itu, kejutan-kejutan lainnya semakin rutin menyambut perjalanan KKN kami. Itu sangat terasa saat saya ingin buang sampah. Tidak ku temukan tempat sampah umum yang memadai di desa ini. Sampah tidak dikelola dengan baik. Hanya dibakar begitu saja. Polusi udara dimana-mana.

Kejutan lagi, saat saya masuk kamar mandi di rumah pondokan kami. Air di pondokan kami sangat melimpah dan berasal dari air sumur pompa. Dasar bak mandi sangat keruh berwarna kuning, sehingga saya tak dapat melihat apakah air yang saya gunakan ini jernih atau tidak. Kejanggalan semakin terasa saat saya berkumur dengan air sumur itu. Rasanya saya ingin muntah. Bukan air bersih yang saya rasakan. Tapi seperti air yang dicampur dengan besi dan belerang. Dengan keadaan ini, saya langsung iseng-iseng mengambil air dari bak mandi itu dengan gelas transparan. Warnanya jernih seperti air biasanya. Saya mencoba berdiskusi dengan teman sekelompok saya tentang hal ini. Teman saya mencoba mengambil air dengan botol plastik transparan ukuran 1,5 liter. Warnanya terlihat berbeda dengan yang diambil menggunakan gelas. Semakin banyak diambil, airnya terlihat semakin kuning. Jelas ini tidak mungkin bisa dikonsumsi. Akhirnya dengan terpaksa, kami satu pondokan minum dengan air mineral yang kami beli di toko. Itu jelas menguras banyak uang kami (sebagai mahasiswa KKN). Bahkan kami menggosok gigi dengan air mineral.

Dengan keadaan yang seperti itu, kami menganalisis apa penyebab air di desa menjadi keruh. Setelah mewawancarai beberapa warga, kami mengambil kesimpulan bahwa air sumur ini telah terkontaminasi dengan air dari sawah yang tercampur pestisida. Hal inilah yang menyebabkan air sumur menjadi tidak sehat lagi. Air menjadi berbau, berasa, dan tidak jernih.

Oleh karena itu, kami sebagai mahasiswa KKN, sempat memberikan berbagai penyuluhan termasuk tentang bagaimana mengatasi air keruh ini. Karena keterbatasan dana, kami membuat suatu prototype penyaring air (water purifier) dengan bahan-bahan yang sederhana. Seperti yang diajarkan di sekolah dulu, kami menggunakan bahan berupa batu, kerikil, pasir, arang, dan busa spons yang disusun sedemikian rupa di dalam ember yeng telah diberi keran buatan sendiri. Namun, warga malas membuat penyaring tersebut. Mereka tidak ada waktu untuk membuat. Lalu kami menyarankan warga untuk menggunakan suatu produk dispenser yang sekaligus dapat menyaring air. Warga tidak perlu menyusun batu-batuan. Sehingga mempermudah warga untuk menikmati air sumur yang bersih dan sehat. Selain itu, kami juga menghimbau warga agar tidak membuang sampah sembarangan agar tidak menambah pencemaran air di sekitar mereka.

Semoga usaha kami berdampak baik.


B.O.S.E.N

Bosen??? Kurang kegiatan?? BUKAN !!!

Bahkan aku bosen karena kebanyakan kegiatan. Lebih tepatnya BOSEN SIBUK.

Saat aku pingin belanja, yang aku pikirkan adalah...

Pokoknya ntar aku harus belanja. Eh, tapi nggak bisa. Ya udah deh, besok minggu aja. Eh, nggak bisa juga. Senin aja deh. Waduh, jadwal penuh. Selasa? Emm.. nggak bisa. Rabu deeeh... What?? Full day?? Kamis deh, harus! Ternyata nggak bisa. Huhuhu... terpaksa Jumat deh..

Eee.. pas hari Jumat ternyata ada acara dadakan.

Terus kapaaaaannn??? T_T (nangis darah)


Bosen sibukk...

Bisa nggak sih yang biasa-biasa aja? Klo ada kegiatan ya nggak sibuk-sibuk amat, klo nganggur ya nggak kosong-kosong amat. Yang biasa-biasa aja gitu lhooo~

Hauff hauuff... Spirit deadline fighter !!! #nelen leptop

Unpredictable Season

Apaaa?? Nama blognya ganti???

Dari "neeyachan's life is like a boat" jadi "unpredictable season"

Berubah dari yang alay, menjadi ... lebih alay -_-

Apa coba artinya?? Gak tau, ya udah.. Hahahaha...

Polisi oh Polisi

Apa yang kamu rasakan ketika mendengar kata polisi?
Sangar?
Mengakutkan?
Serem?
Ahh, itu nggak mungkin..

Paling mentok ya inget perut tambunnya sama tilangnya. *maap pak*

Hmmm.. Tilang.
Ini terjadi pada --mungkin-- semua orang yang membawa kendaraan terutama mobil.
Contohnya pada keluargaku. Pas aku dan keluarga sedang liburan ke suatu tempat menggunakan mobil, paling heboh kalo udah ketemu sama yang namanya polisi.

Saat itu babe dan mama duduk di depan, dan aku di belakang. Mereka adalah orang tua yang paling males kalo harus pake sabuk pengaman. Dan tiba-tiba ada polisi dengan rompi hijau menyala nya, mengendarai motornya dan menuju ke arah mobil kami. Sontak babe dan mama heboh langsung pake sabuk pengaman. Babe langsung mencermati traffic light, siapa tau polisi itu datang gara-gara melanggar lampu merah. Kalo aku sih, santai-santai aja. Toh kalo pun ditilang, aku cukup diam dan duduk manis --gak mau ikut campur.
Udah repot-repot gitu, dengan menyebalkannya si polisi tadi melewati mobil kami dengan santai. Nah, ini malah bikin aku penasaran, polisi itu mau ngapain. Jangan-jangan mau nilang yang di belakang kami atau di mana gitu. Rasa penasaranku hilang, saat polisi itu berhenti di depan warung kelontong. Ternyata polisi juga manusia, butuh jajan juga.. Hahaha (-_-")

Lagi. Masih di hari yang sama, tapi yang ini adalah pas perjalanan pulang. Lagi cerita-cerita sambil ketawa-ketawa gitu, tiba-tiba ada polisi ngebut pake motor dari arah belakang. Entah paranoid atau apa, babe langsung heboh --lagi-- dengan sabuk pengamannya. Kali ini aku ikutan heboh. Bukan dengan sabuk pengaman atau apa, tapi sibuk mengamati si polisi. Sekarang, polisi itu mau ngapain. Babe masih heboh dengan ini itu, entah sabuk, entah lampu, entah apalah itu. Polisi ngebut itu semakin dekat dengan mobil kami.... dan mobil kami dilewati --lagi-- begitu saja. Hahahahaha --ketawa ikhlas. Ternyata polisi itu ngebut nyusul temen-temennya ke warung padang buat makan malam. (-_-") hakdyess!!

Hmmm.. kasian sekali polisi-polisi itu. Polisi juga manusia, butuh jajan dan makan :D
Dan polisi juga nggak melulu mau nilang.

Contohnya ketika aku naik motor menuju kemana gitu, lengkap dengan helm dan lain-lainnya. Pas di lampu merah, aku berhenti tepat di belakang garis marka. Tiba-tiba ada polisi yang berhenti di sampingku (pake motor lho ya). Aku deg-degan, jangan-jangan aku mau ditilang nih. Aku memberanikan diri untuk nengok ke arah polisi. Ternyata polisi itu senyum, dan aku illfeel.. iyuuhh~

NB: polisi juga manusia, ternyata.

Katanya sih ini namanya ulang taun

Hari ini aku disibukkan oleh hal-hal yang tak terencana.
Harusnya aku ke Sunmor pagi ini, tapi gagal gara2 harus ke lapangan. Grr...
Sunmor.. Sunday Morning.. Kenapa nggak jadi Sunnite aja, atau Monmor? Atau Tuesmor gitu. Biar aku bisa tetep belanja murah di hari selain Minggu (-_-)

Di daerah yang nan jauh disana, motor diparkir dan aku harus jalan kaki berjam-jam biar bisa kelar acaranya. Bersama-sama temen-temen yang lain, aku menikmati perjalanan yang super itu. PANAS.
Sampai di tujuan, aku istirahat, minum, trus melakukan apa aja yang bisa mengembalikan energi. 

Ceritanya, habis istirahat tu langsung pulang, jadi tenagaku harus full buat nyetir motor lagi. Secara perjalanan kan jauh. Tapi... ada bau-bau mencurigakan nih. Si ibu ketua rada sewot dikit ke aku gara2 ada beberapa hal yang gak aku lakukan. Untungnya aku punya alibi yang bagus dan kuat. Selanjutnya, ada bau-bau aneh lagi. Mereka entah kenapa jadi mengasingkanku dengan kedok "istirahat disana lebih semilir". Hmm..

Terus, pas dah siap-siap mau pulang, ada sesuatu lagi yang bikin aku waspada. Helm ku tiba-tiba ilang. Katanya sih ketinggalan di sana (nunjuk arah yang jauuuh). Dan aku yakin itu nggak mungkin. Aku berusaha mencari helm ku di sekitar parkiran. Aku sih jalan mengarah ke tempat yang memungkinkan buat menyembunyikan helm ku. Nah.. (di sini aku mulai curiga) ada tiga temenku --cowok semua-- ada di balik tembok yang aku tuju. Aku penasaran, mereka lagi ngapain. Aku deketin kan yaa.. Aku pikir mereka nyembunyiin helm ku. Tapi kok posisi mereka gitu amat sih. (bayangkan ada tiga cowok pada nempel tembok dengan tubuh menghadap ke tembok sambil menyembunyikan tangan mereka) Konyol banget!

Aku dekatin lagi lebih dekat, dan keliatan banget wajah panik mereka. Aku langsung berani menebak kalo mereka lagi nyembunyiin helm ku. Tapi kok trepes? Kan secara logika, helm itu bunder trus kalo disembunyiin dengan posisi gitu, mereka jadi rada mbungkuk gitu kan. Penasaranku memuncak disini.

"Kalian ngapain?"
"Nggak ngapa-ngapain kok." --wajah panik.
"Ngapain sih?" --aku mendekat.
-------diam sejenak----
"Ah, udah ketauan, langsung aja!!!!" --temenku teriak

BYURRRR !!!!

"AAAAAAARRGGHHH...."

Entah cairan apa itu. Putih putih dan membekas di baju. Ternyata mereka tadi sedang mengikat plastik isi cairan putih. Dan akhirnya basah semua bajuku. Sampe ke dalem-dalem. Issshhh... Nyebelin..

Habis itu muncul kue tart berlilin (entah berapa nggak kuhitung). Tanpa make a wish, aku langsung tiup dan aku kejar mereka sampe kena. Biar mereka ikutan basah. Dan sialnya, dari arah belakang, air-air 'tambahan' dateng lagi. Byuuurrr!!! Basah deh. Kuyup deh. (-_-)
Ditambah lagi aku dilumuri pasir. This is it... Nia kukus tepung pasir ala chef --apalah terserah-- (-_-)

Yang penting, makasih ya semuanya atas "kerjaan"nya yang super, tapi hampir gagal. Hahaha.
Dan walaupun ini kue pertamaku di masa kuliah... XD
Make a Wish taun ini... Semoga lancar kuliahku, sukses seminar dan skripsiku, cepet lulus, bisa njalanin ide dengan baik dan keren, teruuuusss.. dapet pacar :D Amiiin...

Happy Birthday Nia (22th)

Tambahan:
Ucapan pertama adalah dari mama, dan bikin galau akut (-_-)
"Selamat ulang tahun. Udah 22 tahun ya? Tua amat sih. Doanya semoga dapet pacar. Hahahaa..." Grr--

Lupakan galau !! Mari menggambar !!

Akhir-akhir ini aku sering dibuat bingung sama diriku sendiri.
Merasa nggak berguna.
Merasa nggak klop sama keadaan di sekitarku.
Lebih kompleks nya, aku merasa jadi alien.

Kalian tau kan arti "alien" itu apa? Itu beda dari yang lainnya.
Aku hanya bisa cerita sama satu atau dua orang aja, yang sepemikiran.

Hahaha... Buang rasa useless itu. Setidaknya aku ada untuk membuat mereka tersenyum.

Biar lupa sama hal-hal kayak gitu, gimana kalo melakukan hal yang menyenangkan aja??
Misalnya menyelesaikan misi seperti yang tertera di gambar di bawah.
Aku menemukannya di blog teman. Dan aku merasa, pingin melakukannya.. Hahaha...

Let's do it !! :)

Pingin nulis

Pingin nulis sesuatu yang bisa jadi buku.
Cerpen misalnya, atau novel gitu.

Tapi aku paling nggak mood kalo disuruh ngadep lepi berjam-jam dengan kegiatan yang monoton.
Trus aku juga paling gak betah suruh nulis tangan lama-lama.

Seandainya ada alat yang bisa nulis sendiri, sementara aku cuma ngomong doank. Hahaha...

Ada usul kah?

*kayaknya gak bakal ada deh*
*nohope*